FPU 7 MINUSCA Siap Berangkat Ke Africa Tengah, Kadivhubinter Polri : Misi Perdamaian, Polri Terlatih

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembang realitapublik.id – 19 September 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga perdamaian dunia melalui partisipasi aktif dalam misi PBB. Hari ini, Divisi Hubungan Internasional Polri melaksanakan upacara tradisi pembaretan sebagai penanda berakhirnya pelatihan pasukan Formed Police Unit (FPU) 7 yang akan bertugas dalam misi MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).

 

Kadivhubinter Polri, Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana menyampaikan bahwa pembaretan ini menjadi puncak dari rangkaian pelatihan intensif yang telah dijalani oleh para personel. “Ini adalah FPU 7 MINUSCA yang akan kita kirim ke misi di Afrika Tengah. Insya Allah pada tanggal 25 September akan kita berangkatkan secara resmi dan dilepas langsung oleh Bapak Kapolri,” ungkapnya usai kegiatan.

Baca Juga :  Bikin Haru! Warga Situbondo Ini Kaget Dapat Hadiah Umrah Gratis dari Kapolri

 

Dalam pelatihan ini, sebanyak 148 personel turut dilibatkan. Menariknya, terdapat juga 19 peserta asing dari 6 negara yang mengikuti program pelatihan sebagai bagian dari Training of Trainers (ToT), mencerminkan kerja sama internasional yang semakin erat dalam misi perdamaian global.

 

Irjen Amur juga menekankan pentingnya menjaga reputasi Indonesia dalam setiap penugasan internasional. “Kita doakan bersama, pasukan yang akan kita berangkatkan ini tetap menjaga nama baik bangsa. Berangkat dengan jumlah 148 personel, dan Insya Allah kembali juga dengan jumlah yang sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan dalam misi kali ini akan lebih besar dari biasanya. Hal ini dikarenakan pasukan akan bertugas di tengah penyelenggaraan pemilihan umum dan pemilihan presiden di Afrika Tengah—sebuah kondisi yang rentan terhadap konflik dan ketegangan sosial.

 

“Tugas mereka akan lebih berat karena pemilihan presiden di sana memang penuh dengan konflik. Tapi saya yakin FPU kita yang kita berangkatkan, dengan bekal pelatihan yang sudah disiapkan, pasti akan sanggup dan mampu menjalankan tugasnya, termasuk dalam mengamankan proses demokrasi di negara tersebut,” tegasnya optimis.

Baca Juga :  Kabar Duka: Dunia Pers Pasuruan Kehilangan Jurnalis Senior, Mas Emen

 

Sebagai catatan, FPU Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu kontingen terbaik dan paling dapat diandalkan dalam misi PBB. Profesionalisme dan integritas pasukan Indonesia telah menjadi contoh positif dalam setiap penugasan, dan FPU 7 MINUSCA diharapkan kembali mengukir prestasi yang sama.

Penulis : Tim

Editor : Red

Berita Terkait

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila
Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung
Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi
Skandal Penyadapan Ilegal Targetkan RI 1, Eks Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Resmi Ditahan
Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka
Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Proses Pemeriksaan Propam
Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian
Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIB

Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi

Rabu, 4 November 2026 - 10:51 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Targetkan RI 1, Eks Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Resmi Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WIB

Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 17:20 WIB

Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Proses Pemeriksaan Propam

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian

Selasa, 3 November 2026 - 13:36 WIB

Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual

Berita Terbaru