LAMPUNG, realita publik id — Para penggiat sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama wartawan sejumlah media di Lampung, melakukan rapat konsolidasi untuk menyikapi perihal penangkapan dua orang aktivis, yakni Wahyudi alias Yudi Gepak dan Padli.
Dari hasil rapat konsolidasi tersebut, para pegiat LSM dan wartawan sepakat dan mendeklarasikan pernyataan sikap atas penangkapan dua aktivis.
Deklarasi pernyataan sikap dilaksanakan di Rumah Ideologi Klasika, Jl. Pembangunan A5 No.121, Waydadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung, Senin (22/9/2025).
Dalam acara ini, Jenderal Laskar Kota Bandarlampung, Destra Yudha, membacakan 4 pernyataan sikap LSM dan wartawan. Empat pernyataan sikap ini, antara lain:
1. Hentikan segala bentuk pembungkaman dan kriminalisasi dan rekayasa hukum terhadap suara kritis.
2. Mendorong aparat penegak hukum Provinsi Lampung transparan terhadap proses penegakkan hukum.
3. Mendorong Gubernur Lampung untuk mengevaluasi kinerja kepala OPD Pemprov Lampung.
4. Mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi Polri.
Keempat sikap tersebut menyikapi atas penangkapan terhadap rekan mereka Wahyudi alias Yudi Gepak dan Padli atas dugaan pemerasan oleh Jatanras Polda Lampung sebelum aksi yang hendak mereka lakukan.
Rencananya, para pegiat LSM akan aksi ke DPD Gerindra dan Kantor Gubernur Lampung, pada Senin (22/9/2025). Aksi yang akan mereka lakukan, terkait kinerja Direktur RSUD Abdul Moeloek Imam Ghozali.
Di Jatanras Polda Lampung, Yudi Gepak mengatakan bukan dirinya yang menerima “uang damai”, melainkan adanya pihak dari RSUDAM yang justru menawarkan kompensasi untuk membungkam aksi demonstrasi.
Wahyudi menegaskan tidak pernah meminta atau menerima uang perdamaian. Ia bahkan menyebut bahwa pertemuan di Mall Boemi Kedaton pada 19 September 2025, bukan atas inisiatifnya. Melainkan atas permintaan Kabag Umum RSUDAM, SH, bukan inisiatifnya.
“Yang beredar seolah-olah saya memeras, padahal faktanya justru ada pihak rumah sakit yang mengajak bicara soal ‘uang damai’. Saya menolak. Kalau akhirnya ada uang yang diselundupkan lewat plastik hitam ke mobil saya, itu bukan permintaan saya. Polisi harus jujur membuka fakta ini,” ujar Wahyudi.(*)
Penulis : Rody






