Barikade Gus Dur Soroti “Gebyar Sholawat” Pemkab Pasuruan: Anggaran Seharusnya untuk Pembangunan, Bukan Seremonial

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN realitapublik.id – Ketua Barikade Gus Dur Kabupaten Pasuruan, Moslem, menyampaikan kritik keras terhadap rencana “Gebyar Sholawat” yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan. Moslem menilai, kegiatan yang dikaitkan dengan peringatan Hari Santri Nasional tersebut berpotensi menghamburkan anggaran publik untuk kegiatan seremonial, alih-alih dialokasikan untuk program yang lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, seperti pembangunan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

 

Pernyataan ini disampaikan Barikade Gus Dur pada Selasa (21/10), menekankan bahwa organisasi mereka hadir sebagai pengawas kebijakan pemerintah demi kemanusiaan dan perdamaian, sejalan dengan perjuangan Gus Dur.

 

Hari Santri: Spirit Perjuangan, Bukan Panggung Hiburan

Moslem menegaskan bahwa Hari Santri Nasional, yang lahir dari semangat Resolusi Jihad para ulama, seharusnya menjadi momentum perenungan dan penguatan nilai, bukan sekadar perayaan.

Baca Juga :  Respons Cepat Keluhan Warga, Dinas PUPR Tubaba Perbaiki Talang Air Gedung Sesat Agung

“Hari Santri harus diarahkan untuk memperdalam ruh perjuangan santri, bukan untuk menonjolkan individu atau tokoh, apalagi menjadikannya ajang hiburan massal yang kehilangan makna spiritualnya,” ujar Moslem.

 

Kritik terhadap Format Konser Shalawat

Barikade Gus Dur secara khusus menyoroti rencana kegiatan yang mengundang tokoh populer keagamaan dengan format konser shalawat—seperti yang sering terjadi dengan mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf—karena dianggap menggeser nilai Hari Santri.

 

Menurut Barikade Gus Dur, format kegiatan tersebut memiliki dampak negatif, yaitu:

Baca Juga :  7 Tahun Buron, Pulan Wonda Akhirnya Dibekuk: Satgas Cartenz Tegakkan Hukum Profesional dan Transparan

* Pemborosan Anggaran: Menghabiskan anggaran daerah yang seharusnya untuk kegiatan pembinaan santri dan program prorakyat lainnya.

 

* Pengalihan Esensi: Mengalihkan perhatian dari esensi pendidikan dan kebangsaan santri.

* Fanatisme Figur: Berpotensi menimbulkan fanatisme terhadap figur, bukan terhadap nilai perjuangan.

 

“Hari Santri harus kita jaga sebagai panggung ilmu, bukan panggung popularitas,” tegas Moslem.

 

Mengembalikan Kegiatan Hari Santri ke Nilai Asal

Barikade Gus Dur mendesak Pemkab Pasuruan agar kembali menegakkan ruh Hari Santri melalui kegiatan yang bersifat mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan.

 

Mereka mengusulkan kegiatan yang lebih sesuai dengan semangat Resolusi Jihad, seperti:

– Doa dan istighotsah nasional.

– Lomba kajian kitab kuning dan hafalan sejarah ulama.

Baca Juga :  Kabar Gembira! KAI Daop 4 Semarang Aktifkan Kembali Layanan Penumpang di Stasiun Plabuan, Comal, dan Batang per 27 April

– Dialog kebangsaan antara santri dan pemerintah.

– Gerakan sosial santri (bakti masyarakat, lingkungan, dan pendidikan).

 

Pesan Akhir: Menjaga Marwah Santri

Dalam pesan penutupnya, Barikade Gus Dur menegaskan bahwa mereka tidak menolak tokoh, tetapi menolak bentuk kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai perjuangan santri.

“Hari Santri adalah milik semua santri, bukan milik kelompok atau figur tertentu. Mari kita jaga kesucian Hari Santri dari arus hiburan yang menenggelamkan nilai perjuangan dan penyalahgunaan dana publik,” pungkas Moslem, menyerukan agar Hari Santri kembali kepada cita-cita awalnya: meneguhkan iman, ilmu, dan cinta tanah air.

Penulis : Tim

Editor : Red

Berita Terkait

Perkuat Standar Keamanan Pangan, SPPG MBG Makarti 2 Tubaba Gelar Pelatihan Gizi Intensif
Samsat Tandes Surabaya Diguncang Isu Pungli: “Dagang Layanan” Mutasi Keluar hingga Rp 450 Ribu
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, SPPG Tumijajar Gelar Rakor bersama Forkopimcam dan Kader Posyandu
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di 30 Wilayah Jawa Timur Hari Ini
Respons Cepat Keluhan Warga, Dinas PUPR Tubaba Perbaiki Talang Air Gedung Sesat Agung
Buron 5 Bulan, DPO Pencurian BBM di PALI Akhirnya Diamankan Polisi
Dua Pencuri Solar Alat Berat PT Aburahmi Diringkus Polres PALI
SILPA Rp 95 Miliar Mengendap, Wagub LIRA Jatim Tuding Oknum Pejabat Kota Pasuruan “Ternak Bunga” di Bank
Berita ini 321 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:51 WIB

Perkuat Standar Keamanan Pangan, SPPG MBG Makarti 2 Tubaba Gelar Pelatihan Gizi Intensif

Kamis, 23 April 2026 - 13:46 WIB

Samsat Tandes Surabaya Diguncang Isu Pungli: “Dagang Layanan” Mutasi Keluar hingga Rp 450 Ribu

Kamis, 23 April 2026 - 13:12 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, SPPG Tumijajar Gelar Rakor bersama Forkopimcam dan Kader Posyandu

Kamis, 23 April 2026 - 12:55 WIB

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di 30 Wilayah Jawa Timur Hari Ini

Kamis, 23 April 2026 - 11:36 WIB

Buron 5 Bulan, DPO Pencurian BBM di PALI Akhirnya Diamankan Polisi

Kamis, 23 April 2026 - 11:18 WIB

Dua Pencuri Solar Alat Berat PT Aburahmi Diringkus Polres PALI

Rabu, 22 April 2026 - 20:10 WIB

SILPA Rp 95 Miliar Mengendap, Wagub LIRA Jatim Tuding Oknum Pejabat Kota Pasuruan “Ternak Bunga” di Bank

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan

Berita Terbaru