Sam Tito di Seminar GMNI: Semangat Sumpah Pemuda dan Moral Santri Harus Melawan ‘Penjajahan’ Digital dan Narkotika

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sam Tito bersama puluhan kader dan calon kader GMNI ini bertempat di kediaman Mantan Wali Kota Malang, Drs. Peni Suparto, M.A.P. (foto: Billy realitapublik.id)

i

Sam Tito bersama puluhan kader dan calon kader GMNI ini bertempat di kediaman Mantan Wali Kota Malang, Drs. Peni Suparto, M.A.P. (foto: Billy realitapublik.id)

MALANG realitapublik.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Malang menggelar Seminar Kebangsaan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025). Mengambil tema “Merawat Spirit Santri dan Semangat Pemuda, Meneguhkan Persatuan untuk Indonesia Berdaulat,” seminar ini menyerukan perang terbuka melawan ancaman moral dan ideologi di era digital.

 

Acara yang dipadati puluhan kader dan calon kader GMNI ini bertempat di kediaman Mantan Wali Kota Malang, Drs. Peni Suparto, M.A.P. Tiga narasumber utama mengisi seminar, yaitu: KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M. (Sam Tito), Drs. Peni Suparto, M.A.P., dan KH. Thoriq bin Ziyad, S.Pd.I. (Inisiator Hari Santri Nasional).

Baca Juga :  Cegah Kebakaran Way Kambas Meluas, Satgas Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

 

KRA Dwi Indrotito Cahyono, atau yang akrab disapa Sam Tito, menegaskan bahwa perjuangan pemuda dan santri kini beralih medan, dari perjuangan fisik ke perjuangan ideologi.

 

“Santri telah menjadi motor terdepan dalam penyelesaian permasalahan kenegaraan di Indonesia. Mereka telah berperan besar dalam menentukan kebijakan perundangan-undangan kita dari masa ke masa,” ujar Sam Tito, menyoroti kontribusi historis kaum santri.

 

Namun, ia memperingatkan bahwa “penjajahan” kini datang dalam bentuk baru melalui teknologi. “Kita hidup di era digitalisasi. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana menghadapi penjajahan yang melalui dampak teknologi dan penyebaran ajaran yang merusak moral,” tegasnya.

Baca Juga :  Bawaslu Situbondo: Pilihan di TPS Cuma Sekian Menit, Tapi Tentukan Nasib Bangsa 5 Tahun

 

Sam Tito menggarisbawahi perlunya pemuda dan santri bangkit melawan bentuk kolonialisme modern yang mengancam ideologi dan moral bangsa.

 

Selain ancaman digital, Sam Tito juga menyoroti kondisi darurat peredaran narkotika yang mengancam generasi muda.

“Peredaran narkotika di negara kita sangat dalam kondisi darurat. Kita harus benar-benar menjaga moral keagamaan kita dan tidak membiarkan narkotika merusak pikiran dan moral pemuda dan santri,” serunya dengan nada peringatan.

 

Ia menawarkan solusi berbasis kelembagaan keagamaan, yakni memberdayakan pesantren. “Pondok pesantren dapat menjadi lembaga yang efektif dalam mencegah penyebaran narkoba di kalangan pemuda dan santri,” tambahnya.

Baca Juga :  Polres Bogor Tangkap Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja 16 Tahun di Sukaraja

 

Mengakhiri diskusinya, Sam Tito menekankan pentingnya pendekatan moral dalam menyelesaikan persoalan bangsa, melengkapi penegakan hukum. “Ada permasalahan di dalam masyarakat yang tidak harus diselesaikan secara hukum saja, tapi penyelesaiannya ialah secara moral juga harus dilakukan,” pungkasnya.

 

Seminar kebangsaan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi GMNI, pemuda, dan santri untuk menjadi penjaga persatuan, moralitas bangsa, dan ujung tombak dalam menghadapi ancaman modern demi Indonesia Berdaulat.

Penulis : Andi Billy

Berita Terkait

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila
Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung
Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi
Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka
Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian
Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual
Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito
Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIB

Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WIB

Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian

Selasa, 3 November 2026 - 13:36 WIB

Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual

Senin, 2 November 2026 - 14:22 WIB

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito

Senin, 2 November 2026 - 12:33 WIB

Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK

Berita Terbaru