30 Tahun Mengabdi dengan Gaji Rp450 Ribu, Guru Honorer Batang Harapkan Kesempatan PPPK

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penghargaan di peringati Hari Guru Nasional (foto: Fery Eka realitapublik)

i

Penghargaan di peringati Hari Guru Nasional (foto: Fery Eka realitapublik)

KABUPATEN BATANG realitapublik.id – Momen peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kabupaten Batang diliputi rasa haru sekaligus apresiasi. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memberikan penghargaan kepada guru berdedikasi, salah satunya kepada Juwiyah (51), guru honorer TK Marsudi Siwi Ngalian, Limpung.

 

Di tahun 2025 ini, Juwiyah genap mengabdi sebagai guru TK selama 30 tahun. Meskipun belum diangkat menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ia tetap semangat mengajar, meskipun saat ini hanya menerima gaji Rp450 ribu per bulan.

Baca Juga :  Lima ASN BPK Terjaring OTT KPK, Diduga Suap Audit 'Smart Board' Muara Enim

 

“Dulu awal ngajar pernah dapat honor Rp25 Ribu. Alhamdulillah sekarang sudah Rp450 Ribu. Disyukuri saja Mas,” ungkap Juwiyah.

 

Juwiyah mengaku senang masih diperbolehkan mengajar. Namun, ia tidak memungkiri harapannya untuk dapat diangkat menjadi PPPK. Sayangnya, impian tersebut terganjal persyaratan pendidikan.

Baca Juga :  Musdes Pilkades PAW Selomukti Selesai, Ini Hasil Perolehan Suara Tiga Calon 

Juwiyah saat ini hanya mengantongi ijazah D-2 dan sedang menempuh kuliah transfer S-1, tetapi terpaksa harus mengambil cuti.

 

“Saya sadar, saya masih belum lulus S-1. Saat ini saya hanya mengantongi ijazah D-2, hanya saja terkendala biaya kuliah jadi sekarang harus cuti. Padahal saya juga sudah ikut kelas transfer untuk lanjut S-1,” jelasnya.

Baca Juga :  Kapolres Situbondo Tutup Turnamen Sepak Bola Hari Bhayangkara ke-80, Persekota Kotakan Raih Juara 1

 

Ia berharap suatu saat mendapatkan rezeki untuk melanjutkan kuliahnya, agar dapat terus meng-upgrade ilmu dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi PPPK. Pengabdian Juwiyah selama tiga dekade menjadi cerminan perjuangan guru honorer di pelosok negeri.

Penulis : Fery Eka

Berita Terkait

Sengketa Surat Keterangan Waris di Sijambe Menggelinding ke Ranah Hukum
Dosen FEB Raih Juara III pada Ajang Melodost Dies Natalis ke-67 UPN Veteran Jawa Timur
Monitoring dan evaluasi di Desa Karang Sakti, Camat Apresiasi Kinerja Kepala Desa.
Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS
Aksi di Tugu Adipura: Bunyi Centong Bersahutan Sambil Teriak ‘Jangan Stop MBG’
Bobol Rumah Kosong Pakai Linggis, Dua Pemuda di Talang Ubi Diringkus Polisi
Kurang dari 10 Jam, Polsek Abung Selatan Ringkus Lansia Pelaku Pembacokan Brutal
Sinergi Dua Kementerian: Integrasikan LP2B ke Dokumen RTRW dan RDTR Melalui Surat Edaran Bersama
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:19 WIB

Sengketa Surat Keterangan Waris di Sijambe Menggelinding ke Ranah Hukum

Senin, 22 Juni 2026 - 20:29 WIB

Dosen FEB Raih Juara III pada Ajang Melodost Dies Natalis ke-67 UPN Veteran Jawa Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 19:55 WIB

Monitoring dan evaluasi di Desa Karang Sakti, Camat Apresiasi Kinerja Kepala Desa.

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19 WIB

Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS

Senin, 22 Juni 2026 - 15:43 WIB

Bobol Rumah Kosong Pakai Linggis, Dua Pemuda di Talang Ubi Diringkus Polisi

Senin, 22 Juni 2026 - 15:18 WIB

Kurang dari 10 Jam, Polsek Abung Selatan Ringkus Lansia Pelaku Pembacokan Brutal

Senin, 22 Juni 2026 - 12:22 WIB

Sinergi Dua Kementerian: Integrasikan LP2B ke Dokumen RTRW dan RDTR Melalui Surat Edaran Bersama

Senin, 22 Juni 2026 - 11:19 WIB

Camat Bungatan, Yogie: Korupsi Ibarat Api yang Harus Dipadamkan Sejak Dini

Berita Terbaru