BANDAR LAMPUNG, realitapublik.id — Ikatan Wartawan Online (IWO) genap berusia 14 tahun pada Sabtu (08/08/2026). Dalam momentum peringatan hari jadi organisasi yang mewadahi jurnalis media daring tersebut, Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Provinsi Lampung beserta jajaran pengurus di tingkat kabupaten menyampaikan pesan reflektif dan menginspirasi bagi seluruh anggota.
Mengusung semangat memperingati lebih dari satu dekade pengabdian, insan pers diajak untuk terus menjunjung tinggi integritas, keberanian, dan idealisme dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Selamat ulang tahun ke-14 untuk IWO. Ini bukan sekadar penambahan usia, melainkan bukti perjalanan panjang yang penuh dedikasi, perjuangan, dan pengabdian dalam menyuarakan aspirasi rakyat serta membela kepentingan publik,” ujar Ketua PW IWO Provinsi Lampung, Abdul Hakim, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (08/08/2026).
Abdul Hakim mengingatkan bahwa tantangan dunia jurnalistik digital saat ini semakin kompleks. Di tengah derasnya arus informasi, jurnalis dituntut untuk tetap konsisten menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kebenaran.
“Jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran. Ketika kita berdiri di atas kebenaran, yakinlah Allah SWT bersama kita. Kebenaran mungkin tidak selalu disukai oleh semua pihak, tetapi tugas jurnalis adalah menyampaikannya, bukan untuk menyenangkan siapapun,” tegas Abdul Hakim.
Lebih lanjut, ia menekankan besarnya kekuatan sebuah tulisan dalam membentuk opini publik hingga memengaruhi arah kebijakan negara.
“Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tetapi satu tulisan bisa menembus jutaan pikiran pembaca. Tulisan mampu membangkitkan kesadaran, menggugah hati, bahkan mengubah arah bangsa. Jangan pernah meremehkan kekuatan pena,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Liputan (Korlip) Lampung realitapublik.id, Rodi Sandra, menyampaikan bahwa masih banyak persoalan sosial dan isu krusial di daerah yang membutuhkan pengawalan ketat dari para jurnalis.
“Masih banyak yang harus kita suarakan melalui pena dan kata: mulai dari tata kelola pemerintahan, pemberantasan korupsi, bahaya narkoba, judi online, pemerataan pembangunan infrastruktur, anak putus sekolah, pengentasan kemiskinan, hingga penanganan kasus kekerasan terhadap anak serta berbagai bentuk ketidakadilan lainnya,” papar Rodi Sandra.
Ia menegaskan bahwa jurnalisme yang berintegritas akan selalu relevan sepanjang masa, khususnya dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan menjadi mitra kritis pemerintah. Sejak awal berdiri, IWO telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pers nasional sebagai wadah tumbuh kembangnya wartawan media digital.
Menurut Rodi, usia 14 tahun merupakan fase produktif yang membuktikan bahwa IWO tidak sekadar bertahan, tetapi juga aktif mendidik, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak jurnalis.
“IWO bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan moral dan komitmen kolektif untuk menjadikan profesi wartawan sebagai jalan pengabdian. Kita bukan hanya pencatat sejarah, tetapi juga penggerak perubahan,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota IWO di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk terus menjaga soliditas serta meningkatkan profesionalisme.
“Kita harus menjadi teladan bahwa jurnalis media online mampu menyajikan karya yang berkualitas, beretika, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Jangan lelah menulis dan jangan takut bersuara, karena jurnalisme adalah senjata perubahan. Dirgahayu ke-14 IWO, teruslah menjadi garda terdepan dalam menjaga nurani bangsa,” pungkas Rodi Sandra.
Penulis : Rody
Editor : Red






