Inovasi Padi Biosalin Kota Pekalongan Sabet Penghargaan Provinsi, Dinperpa Targetkan Kemandirian Bibit di 2026

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

KOTA PEKALONGAN realitapublik.id – Program pengembangan padi Biosalin di Kota Pekalongan mencatatkan prestasi gemilang. Inovasi yang memanfaatkan lahan pesisir terdampak rob ini tidak hanya berhasil mengubah lahan tidur menjadi produktif, tetapi juga sukses meraih penghargaan Insan Pertanian sebagai inovasi pertanian terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, mengungkapkan bahwa program ini merupakan jawaban atas kerinduan petani di wilayah utara untuk kembali menggarap sawah mereka yang sebelumnya terkunci salinitas tinggi akibat rob.

 

Baca Juga :  Wali Kota Aaf Dorong Pejabat Kota Pekalongan Bersepeda ke Kantor

Lili menjelaskan, inisiatif ini bermula pada akhir 2023 saat kondisi genangan air laut mulai surut. Dinperpa kemudian merintis proyek percontohan (demplot) seluas 1,2 hektare pada November 2024.

 

“Meskipun panen pertama belum maksimal, demplot tersebut membuktikan bahwa padi biosalin mampu tumbuh di lahan pesisir. Keberhasilan ini memicu kepercayaan petani. Dalam waktu kurang dari setahun, luas tanam kini berkembang pesat hingga lebih dari 40 hektare,” ujar Lili saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/12/2025).

 

Seiring bertambahnya luasan lahan, tantangan utama bergeser pada ketersediaan air tawar untuk pengaturan salinitas. Dinperpa bergerak cepat dengan mengusulkan perbaikan infrastruktur kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

Baca Juga :  Juru Parkir Geruduk Mie Gacoan: Tolak Vendor Eksternal, Pertahankan Mata Pencaharian!

 

Hasilnya, melalui Inpres Tahun Anggaran 2025, BBWS Pemali Juana telah melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi di tujuh titik strategis di Kota Pekalongan. Infrastruktur ini diharapkan menjadi tulang punggung keberlanjutan sawah produktif di kawasan pesisir.

 

Lili menambahkan, ke depan pengembangan biosalin akan diarahkan pada pendekatan pertanian organik. Dinperpa telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, BRI, hingga BRNP untuk memperkuat ekosistem ini.

Baca Juga :  Transparansi Rekrutmen? Warga Tanah Abang Demo Kantor Pertamina Adera, Ini 5 Poin Tuntutannya

 

Salah satu target paling ambisius adalah mengatasi kelangkaan bibit biosalin yang selama ini sulit didapatkan di pasaran umum.

 

“Tantangan kita saat ini adalah stok bibit yang terbatas. Namun, dengan dukungan Bank Indonesia, kami menargetkan pada tahun 2026 Kota Pekalongan sudah mampu menyediakan bibit biosalin secara mandiri untuk kebutuhan petani lokal maupun daerah sekitar,” pungkasnya.

 

Inovasi Biosalin kini menjadi simbol resiliensi petani Kota Pekalongan dalam menghadapi perubahan iklim dan ancaman rob, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan lahan pesisir bukan halangan untuk mencapai kedaulatan pangan.

Penulis : Wildan

Berita Terkait

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan
Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026
Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

Rabu, 22 April 2026 - 10:17 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:17 WIB