TNI-Polri dan Warga Bahu-Membahu Atasi Banjir Bandang di Pabean

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

KOTA PEKALONGAN realitapublik.id — Aksi gotong royong berskala besar dilakukan aparat gabungan dan warga untuk menangani jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara. Tanggul dilaporkan jebol pada Rabu dini hari (7/1/2026) sekitar pukul 02.45 WIB, memicu banjir bandang yang merendam ratusan rumah warga.

 

Kerusakan tanggul diperkirakan mencapai panjang 35 meter. Akibatnya, air sungai meluap deras ke pemukiman RW 12 Pabean hingga ke wilayah Jeruksari, Kabupaten Pekalongan.

 

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 20 hingga 100 sentimeter.

Baca Juga :  Seolah Kebal Hukum, Lapak Obat Keras Belakang Pasar Laladon Masih Bebas Beroperasi

 

Pengungsian: Sekitar 100 jiwa mengungsi ke rumah kerabat dan lantai dua SD Pabean.

Pendidikan: SD Pabean terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena lantai satu sekolah terendam air.

 

Camat Pekalongan Utara, Wismo Adityo, menjelaskan bahwa penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan tanggul sementara menggunakan sandbag (kantong pasir), sesek bambu, dan kayu dolken.

 

“Perkiraan sementara, air masuk dari bawah karena ada rongga atau beledos, sehingga membongkar tanggul dan jalur inspeksi. Prioritas kami adalah menutup aliran agar air tidak terus masuk ke RW 12,” jelas Wismo.

Baca Juga :  Maknai Hari Santri, Ahmad Abrori: Perjuangan untuk Memerdekakan Warga dari Kemiskinan

 

Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Garry Herlambang, S.Sos, menyatakan telah mengerahkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel TNI ke lokasi.

 

Dua Regu: Fokus pada penutupan tanggul darurat. Satu Regu: Disiagakan untuk distribusi logistik dan pengamanan pengungsian.

 

“Target utama kami adalah menutup kebocoran secepat mungkin. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial dan BPBD untuk mendirikan dapur umum guna menjamin kebutuhan pangan warga terdampak,” tutur Dandim Garry.

Baca Juga :  Penuh Kehangatan, Kecamatan Jatibanteng Gelar Lepas Sambut Plt. Camat

 

Warga Pabean menggambarkan peristiwa ini sebagai salah satu banjir terparah. Fachruddin, pengasuh Majelis Ta’lim Darul Khairot, menuturkan betapa cepatnya air naik hingga menjebol pintu belakang rumahnya.

 

“Hitungannya bukan menit, tapi detik. Tadi malam di dalam rumah air hampir satu meter. Aktivitas benar-benar lumpuh,” ungkapnya.

 

Pemerintah Kota Pekalongan berencana melakukan pemompaan air segera setelah tanggul darurat berhasil ditutup total guna mempercepat surutnya genangan di pemukiman warga.

Penulis : Wildan

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru