KOTA PEKALONGAN realitapublik.id — Aksi gotong royong berskala besar dilakukan aparat gabungan dan warga untuk menangani jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara. Tanggul dilaporkan jebol pada Rabu dini hari (7/1/2026) sekitar pukul 02.45 WIB, memicu banjir bandang yang merendam ratusan rumah warga.
Kerusakan tanggul diperkirakan mencapai panjang 35 meter. Akibatnya, air sungai meluap deras ke pemukiman RW 12 Pabean hingga ke wilayah Jeruksari, Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 20 hingga 100 sentimeter.
Pengungsian: Sekitar 100 jiwa mengungsi ke rumah kerabat dan lantai dua SD Pabean.
Pendidikan: SD Pabean terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena lantai satu sekolah terendam air.
Camat Pekalongan Utara, Wismo Adityo, menjelaskan bahwa penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan tanggul sementara menggunakan sandbag (kantong pasir), sesek bambu, dan kayu dolken.
“Perkiraan sementara, air masuk dari bawah karena ada rongga atau beledos, sehingga membongkar tanggul dan jalur inspeksi. Prioritas kami adalah menutup aliran agar air tidak terus masuk ke RW 12,” jelas Wismo.
Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Garry Herlambang, S.Sos, menyatakan telah mengerahkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel TNI ke lokasi.
Dua Regu: Fokus pada penutupan tanggul darurat. Satu Regu: Disiagakan untuk distribusi logistik dan pengamanan pengungsian.
“Target utama kami adalah menutup kebocoran secepat mungkin. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial dan BPBD untuk mendirikan dapur umum guna menjamin kebutuhan pangan warga terdampak,” tutur Dandim Garry.
Warga Pabean menggambarkan peristiwa ini sebagai salah satu banjir terparah. Fachruddin, pengasuh Majelis Ta’lim Darul Khairot, menuturkan betapa cepatnya air naik hingga menjebol pintu belakang rumahnya.
“Hitungannya bukan menit, tapi detik. Tadi malam di dalam rumah air hampir satu meter. Aktivitas benar-benar lumpuh,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Pekalongan berencana melakukan pemompaan air segera setelah tanggul darurat berhasil ditutup total guna mempercepat surutnya genangan di pemukiman warga.
Penulis : Wildan







