Cegah Banjir Makin Parah, Pemprov Jateng Prioritaskan Rekayasa Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: realita publik

i

Dok: realita publik

KENDAL realitapublik.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat dalam menangani ancaman cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah belakangan ini. Melalui program Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pemerintah memfokuskan upaya pengendalian hujan di tiga wilayah rawan, yakni Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati.

 

Program rekayasa cuaca ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, terhitung mulai tanggal 15 hingga 20 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang dan petir, yang telah memicu berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Baca Juga :  Momen Haru Mewarnai Nikah Massal Gratis Pemkab Indramayu 2026

 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menjelaskan bahwa modifikasi cuaca ini bertujuan untuk memecah konsentrasi awan hujan agar tidak mengguyur satu titik secara masif.

 

“Hingga tanggal 20 Januari, kita melakukan rekayasa cuaca di beberapa daerah, yang paling utama di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati,” ujar Gus Yasin usai menghadiri acara Harlah NU dan peringatan Isra Mikraj di Gedung MWCNU Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (16/1/2026).

 

Gus Yasin menambahkan bahwa Pemprov Jateng terus memantau kondisi lapangan secara intensif. Menurutnya, rekayasa ini adalah ikhtiar teknis untuk mengatur sebaran hujan guna meminimalkan potensi banjir yang lebih besar di wilayah-wilayah tersebut.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Pasuruan Copot Banner Sengketa Lahan Kelurahan Bukir, Warga Pertanyakan Keadilan Penertiban!

 

Meski efektif, Wagub mengakui bahwa program TMC ini memerlukan biaya operasional yang cukup besar. Hal ini dikarenakan proses penyemaian awan membutuhkan helikopter yang harus terbang berulang kali menuju area sasaran.

 

Khusus untuk Kabupaten Pati, intensitas penanganan ditingkatkan dengan mengerahkan lebih dari satu helikopter. Strategi ini diharapkan mampu mengatur distribusi awan hujan agar curah hujan tidak turun secara ekstrem di wilayah yang saat ini sudah mengalami genangan air cukup parah.

Baca Juga :  Bawa Semangat Kartini, Begini Cara Bidan Anis Gandeng Warga Daya Asri Jelang Pilkati

 

Selain melakukan upaya teknis di langit, Gus Yasin menekankan pentingnya pendekatan spiritual dalam menghadapi bencana alam. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat doa melalui kegiatan istighotsah.

 

Secara khusus, beliau meminta masyarakat mendoakan keselamatan Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal yang saat ini masih berjuang menghadapi banjir.

“Saya mohon Jawa Tengah, termasuk Kendal yang sedang kebanjiran, untuk didoakan agar kondisi segera membaik,” pungkasnya.

Penulis : Fery Eka

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru