LAMPUNG UTARA realitapublik.id — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Utara sejak semalam hingga dini hari menyebabkan puluhan rumah di jantung kota Kotabumi terendam banjir. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (1/2/2026), ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm hingga mencapai 130 cm atau setinggi dada orang dewasa.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, musibah ini memaksa warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kotabumi Selatan dan Kecamatan Kotabumi, untuk berjaga sepanjang malam demi menyelamatkan harta benda.
Banjir kali ini mengepung setidaknya tujuh wilayah strategis di Kotabumi, di antaranya: Kali Pasir & Pesiban, Pasar Lama & Tanah Miring, Sindang Sari & Kota Alam, Tanjung Aman (Jl. Penitis).
Kondisi memprihatinkan dialami oleh warga di Kelurahan Tanjung Aman. Harun (50), salah satu warga Jalan Penitis, mengaku terpaksa mendirikan tenda darurat di area pemakaman karena minimnya lahan kering untuk mengungsi.
“Sekitar pukul 02.45 WIB air mulai naik dengan cepat. Karena rumah kami bersebelahan dengan bekas kolam ikan, air langsung masuk. Kami terpaksa mengungsi ke tengah pemakaman karena hanya di sana lahan yang lebih tinggi untuk mendirikan tenda,” ujar Harun sedih.
Senada dengan Harun, Hendra (42), warga terdampak lainnya, menyatakan bahwa banjir di wilayahnya sudah menjadi “langganan” tahunan. Setiap hujan deras turun, keluarganya dipastikan tidak bisa tidur tenang.
“Kami sudah siaga mengevakuasi perabotan ke tempat tinggi. Jika hujan deras lama, kami sekeluarga dan tetangga sudah tidak tidur lagi. Banjir ini terus berulang tanpa ada perubahan,” keluh Hendra.
Di tengah penderitaan warga yang kedinginan dan kelaparan, kehadiran pemerintah daerah mulai dipertanyakan. Hingga Senin pagi, warga mengaku belum menerima bantuan logistik maupun evakuasi dari pihak BPBD atau Dinas Sosial setempat.
“Belum ada bantuan apapun dari pemerintah. Tadi pagi hanya ada sarapan nasi uduk, itu pun bantuan dari pihak TNI yang peduli pada kami,” sambung Hendra.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara tidak hanya memberikan bantuan darurat berupa makanan, tetapi juga melakukan normalisasi aliran sungai atau perbaikan sistem drainase di titik-titik rawan tersebut.
“Kami butuh solusi nyata agar setiap hujan deras kami tidak dihantui rasa khawatir. Kami ingin hidup tenang tanpa harus selalu siaga banjir,” pungkas Harun.
Hingga berita ini diturunkan, air di beberapa titik masih terpantau tinggi, dan warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Rody Sandra






