Dikepung Banjir: Warga Mengungsi ke Makam, Desak Pemerintah Berikan Solusi Pemanen!

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Poto: Rodi Sandra/Realitapublik.id)

i

(Poto: Rodi Sandra/Realitapublik.id)

LAMPUNG UTARA realitapublik.id — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Utara sejak semalam hingga dini hari menyebabkan puluhan rumah di jantung kota Kotabumi terendam banjir. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (1/2/2026), ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm hingga mencapai 130 cm atau setinggi dada orang dewasa.

 

Meski tidak ada laporan korban jiwa, musibah ini memaksa warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kotabumi Selatan dan Kecamatan Kotabumi, untuk berjaga sepanjang malam demi menyelamatkan harta benda.

 

Banjir kali ini mengepung setidaknya tujuh wilayah strategis di Kotabumi, di antaranya: Kali Pasir & Pesiban, Pasar Lama & Tanah Miring, Sindang Sari & Kota Alam, Tanjung Aman (Jl. Penitis).

Baca Juga :  Re-LUN Desak Penataan Total Manajemen dan Usut Transparansi Proyek di Internal PLN

 

Kondisi memprihatinkan dialami oleh warga di Kelurahan Tanjung Aman. Harun (50), salah satu warga Jalan Penitis, mengaku terpaksa mendirikan tenda darurat di area pemakaman karena minimnya lahan kering untuk mengungsi.

 

“Sekitar pukul 02.45 WIB air mulai naik dengan cepat. Karena rumah kami bersebelahan dengan bekas kolam ikan, air langsung masuk. Kami terpaksa mengungsi ke tengah pemakaman karena hanya di sana lahan yang lebih tinggi untuk mendirikan tenda,” ujar Harun sedih.

 

Senada dengan Harun, Hendra (42), warga terdampak lainnya, menyatakan bahwa banjir di wilayahnya sudah menjadi “langganan” tahunan. Setiap hujan deras turun, keluarganya dipastikan tidak bisa tidur tenang.

Baca Juga :  Menyulap Desa demi Ribuan Tamu: Ketulusan Warga Bandar Abung Hidupkan Gotong Royong dan Ekonomi

 

“Kami sudah siaga mengevakuasi perabotan ke tempat tinggi. Jika hujan deras lama, kami sekeluarga dan tetangga sudah tidak tidur lagi. Banjir ini terus berulang tanpa ada perubahan,” keluh Hendra.

 

Di tengah penderitaan warga yang kedinginan dan kelaparan, kehadiran pemerintah daerah mulai dipertanyakan. Hingga Senin pagi, warga mengaku belum menerima bantuan logistik maupun evakuasi dari pihak BPBD atau Dinas Sosial setempat.

 

“Belum ada bantuan apapun dari pemerintah. Tadi pagi hanya ada sarapan nasi uduk, itu pun bantuan dari pihak TNI yang peduli pada kami,” sambung Hendra.

Baca Juga :  Sertijab Kapolsek Tulang Bawang Tengah, Kapolres Tubaba Tekankan Komitmen Presisi

 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara tidak hanya memberikan bantuan darurat berupa makanan, tetapi juga melakukan normalisasi aliran sungai atau perbaikan sistem drainase di titik-titik rawan tersebut.

 

“Kami butuh solusi nyata agar setiap hujan deras kami tidak dihantui rasa khawatir. Kami ingin hidup tenang tanpa harus selalu siaga banjir,” pungkas Harun.

 

Hingga berita ini diturunkan, air di beberapa titik masih terpantau tinggi, dan warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru