PASURUAN, Realitapublik.id — Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota-Kabupaten Pasuruan sejak Selasa (24/03/2026) sore hingga malam mengakibatkan banjir bandang meluas di sedikitnya enam kecamatan. Luapan air sungai tidak hanya merendam ribuan pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan urat nadi transportasi penghubung antar-wilayah.
Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan. Meluapnya Kali Petung pada pukul 18.30 WIB memicu jebolnya tanggul di 22 titik yang tersebar di Dusun Trewung, Bendo, Krajan, dan Pesanggrahan.
Ketinggian air di wilayahnya mencapai 50 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, aktivitas warga di tiga dusun lumpuh total dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan serius.
Pantauan di lapangan menunjukkan wilayah Pohjentrek terkepung banjir. Jalur provinsi di Jalan Raya Warungdowo, tepatnya di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Pohjentrek, tergenang air setinggi 50 cm, memaksa pengendara memutar balik.
“Saya pilih putar balik, Mas. Di tengah sepertinya makin dalam, cari aman saja,” ujar Suhani, warga yang terjebak banjir pada pukul 22.00 WIB.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Beji dan Dusun Bunguran, Desa Pleret. Warga mengeluhkan banjir kali ini merupakan salah satu yang terbesar. “Rumah sudah saya tinggikan, tapi air tetap masuk malam ini,” keluh Karem warga terdampak di Beji.
Daftar Wilayah Terdampak Signifikan:
Kecamatan Beji & Bangil: Pemukiman warga terendam hingga kedalaman variatif.
Kecamatan Kraton (Sidogiri): Akses jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan.
Kecamatan Winongan & Rejoso: Debit air terus meningkat mengikuti kiriman dari hulu.
Kecamatan Gondangwetan: Kerusakan infrastruktur akibat tanggul jebol.
Pohjentrek (Warungdowo – Pleret): Isolasi jalur transportasi.
BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan ketinggian air sangat bervariasi. Namun, di beberapa titik pemukiman padat yang berada di dataran rendah, air dilaporkan merangkak naik hingga setinggi leher orang dewasa. Kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas, menyebabkan antrean panjang di jalur-jalur penghubung.
Hingga berita ini diturunkan, warga mulai mengevakuasi diri secara mandiri ke tempat yang lebih tinggi. BPBD dan relawan diharapkan segera menerjunkan perahu karet di titik-titik terdampak parah untuk menghindari adanya korban jiwa.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan sangat disarankan untuk menghindari jalur Warungdowo-Sidogiri serta jalur rawan banjir lainnya hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Penulis : Chu






