Harap Waspada!!! BMKG keluarkan peringatan dini Banjir Rob disepanjang pesisir Jawa Tengah

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Semarang,realitapublik.id – Bagi warga masyarakat Jawa Tengah khususnya yang tinggal didaerah sekitar pesisir pantai Utara Jawa Tengah ( Pantura ) diharap waspada terhadap Ancaman banjir pesisir (rob) .

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Pantura Jawa Tengah pada Kamis, (26/3/2026)

 

Diprediksi ketinggian air mencapai puncaknya pada saat sore hingga malam hari .ketinggian air laut diperkirakan bisa tembus mencapai 1 meter

 

Peringatan dini dipengaruhi oleh fenomena perigee yang terjadi pada 22 Maret 2026, yang meningkatkan ketinggian muka air laut sampe ketitik maksimum. Berdasarkan pemantauan data water level dan prakiraan pasang surut, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan rob di wilayah pesisir pantai utara ( Pantura)Jawa Tengah.

Baca Juga :  Polres Tubaba Terjunkan Personel Amankan Pelantikan PC Muslimat NU di Marga Kencana

 

Berikut wilayah yang terdampak banjir rob air laut meliputi:

1. pesisir Brebes,

2. Tegal,

3. Pemalang,

4. hingga Semarang.

 

Menurut BMKG waktu paling rawan terjadi rob berada pada pukul 14.00 hingga 19.00 WIB.sedangkan puncak pasang diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00–18.00 WIB.

 

Menurut data pasang surut, menunjukkan ketinggian air laut di wilayah Semarang dapat mencapai sekitar 1,0 meter pada pukul 15.00–17.00 WIB, atau jauh di atas rata-rata muka laut (mean sea level) sekitar 0,6 meter.

 

Berdasarkankan keterangan tersebut Kondisi ini tergolong cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan di kawasan wilayah pesisir, terutama di daerah dengan elevasi yang rendah dan sistem drainase yang kurang maksimal .

 

Tentunya akibat rob air laut dampaknya akan menggangu berbagai aktivitas sehari hari warga masyarakat. Terutama di kawasan pelabuhan dan pesisir seperti Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan petani tambak garam, Mina tani ,perikanan darat, hingga mobilitas warga di permukiman pesisir .mengingat ketinggian rob air laut mencapai hingga 1 meter tentunya juga bisa menyebabkan sejumlah kendaraan transportasi manjadi mogok akibat terendam banjir rob air laut .

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi dan Perkuat Integritas, Pemkab PALI Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Kemendagri 

 

Himbauan dari BMKG kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan rob air laut. Warga masyarakat yang bermukim di wilayah kawasan pesisir agar mengamankan barang-barang berharga agar terhindar dari rob air laut seperti barang elektronik tv,kulkas , laptop HP handenfon ,dan lainya .Hindari konsleting arus listrik ,dan insiden tersengat listrik akibat terkena air .

 

Hindari segala aktivitas pada area yang tergenang rob air laut perhatikan kondisi lingkungan sekitar.

 

Warga masyarakat juga diharapkan terus mengikuti informasi cuaca maritim terbaru sebelum beraktivitas dari BMKG guna mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi yang datang seperti salah’ satunya banjir rob air laut.

Baca Juga :  Transformasi Tata Kelola Sampah Malang Raya: Konsultan ESC Kawal Proyek Strategis Nasional di TPST Paras dan TS Jabung

 

pemerintah daerah setempat juga diminta melakukanlangkah antisipasi misal memastikan kesiapan pompa air , sistem drainase, menyiagakan petugas pada daerah rawan banjir rob air laut .

 

Pemerintah daerah juga diharapkan aktiv bersosialisasi kepada masyarakat yang bermukim diwilayah pesisir. Antisipasi lain yang perlu dilakukan adalah penguatan tanggul laut jangan sampe terjadi jebol . selanjutnya menormalisasi saluran air, serta penyediaan posko siaga bencana di wilayah terdampak tentunya .

 

Diharapkan pemerintah dan warga masyarakat bersinergi dalam menghadapi bencana banjir rob air laut Tersebut guna tercipta antisipasi dan penanganan yang terukur sehingga dapat meminimalisir kerugian secara material ,dan tidak ada korban korban jiwa.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Masuk SD Tidak Harus 7 Tahun dan Tanpa Ijazah TK, Ini Aturan Terbaru SPMB 2026
Iduladha 1447 H, Tokoh Pemuda Situbondo Badrus Soleh Ajak Generasi Muda Kikis Ego dan Perkuat Solidaritas
Peringati HLUN, RSUD Bangil dan TP PKK Pasuruan Edukasi Lansia Soal Pencegahan Osteoporosis
Iduladha 1447 H, Ketua DPD Golkar Tubaba Putra Jaya Umar Ajak Masyarakat Berbagi dan Jaga Keikhlasan 
Hitung Mundur Pilkades PAW Selomukti: 3 Kandidat Resmi Bersaing Rebut Simpati Warga 
Gempa M5,1 Guncang Tenggara Jember, BMKG: Terasa hingga Bali, Tidak Berpotensi Tsunami
Kronologi Penyelamatan Nelayan Situbondo yang Hilang Kontak, Dievakuasi Sesama Nelayan
Mahasiswa Hukum Unmer Pasuruan Perkuat Peran Kritis Lewat Diskusi “Hukum Bicara Lewat Opini”
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:25 WIB

Masuk SD Tidak Harus 7 Tahun dan Tanpa Ijazah TK, Ini Aturan Terbaru SPMB 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:03 WIB

Iduladha 1447 H, Tokoh Pemuda Situbondo Badrus Soleh Ajak Generasi Muda Kikis Ego dan Perkuat Solidaritas

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:44 WIB

Peringati HLUN, RSUD Bangil dan TP PKK Pasuruan Edukasi Lansia Soal Pencegahan Osteoporosis

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:32 WIB

Iduladha 1447 H, Ketua DPD Golkar Tubaba Putra Jaya Umar Ajak Masyarakat Berbagi dan Jaga Keikhlasan 

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:39 WIB

Gempa M5,1 Guncang Tenggara Jember, BMKG: Terasa hingga Bali, Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:35 WIB

Kronologi Penyelamatan Nelayan Situbondo yang Hilang Kontak, Dievakuasi Sesama Nelayan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:03 WIB

Mahasiswa Hukum Unmer Pasuruan Perkuat Peran Kritis Lewat Diskusi “Hukum Bicara Lewat Opini”

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB

Aan Rusdianto Tebar Manfaat Idul Adha Lewat Pembagian Hewan Kurban di Probolinggo Pasuruan 

Berita Terbaru