realitapublik.id PEKALONGAN (2 Mei 2026) – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Sorogenen menggelar doa bersama atau istighosah pada Sabtu sore, 2 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual para pedagang di tengah dinamika ekonomi dan rencana penataan kota oleh pemerintah setempat.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut dipusatkan di pelataran parkir Pasar Sorogenen. Sekitar puluhan pedagang dari berbagai sektor, mulai dari penjual sayur, cabai, kelapa, hingga pedagang daging, tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa yang dipimpin oleh Ustaz Wildan Purnawirawan.
Ketua Paguyuban PKL Sorogenen, Bapak Kurniawan, menegaskan bahwa aksi ini bukanlah bentuk perlawanan fisik atau demonstrasi.
“Kami kumpul bukan untuk demo, tapi untuk mengetuk pintu langit. Kami meminta agar usaha lancar, dijauhkan dari musibah, dan yang terpenting, Pasar Sorogenen tetap terbuka bagi para PKL untuk mencari nafkah,” ujar Kurniawan.
Istighosah ini diinisiasi menyusul adanya rencana relokasi sementara PKL selama proses revitalisasi kawasan Pasar Sorogenen berlangsung. Para pedagang mengaku dirundung kecemasan terkait kelayakan lokasi dagang yang baru serta potensi menurunnya jumlah pembeli.
Selain masalah relokasi, keresahan pedagang makin diperparah dengan maraknya kejadian pencurian barang dagangan yang menimpa beberapa pelapak pada bulan lalu.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Wildan Purnawirawan mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin. “Berdagang itu sunah Rasul, tapi jangan lupa sedekah dan doa. Rezeki sudah diatur, tugas kita adalah berusaha dan bertawakal,” pesannya kepada para jamaah.
Acara yang berlangsung tertib ini ditutup pada pukul 17.30 WIB dengan suasana kekeluargaan sambil menikmati kopi hangat bersama. Meski sederhana, kegiatan ini menyimpan harapan besar bagi keberlangsungan hidup para pedagang.
“Kami cuma minta bisa terus jualan buat menafkahi anak sekolah dan keluarga. Semoga doa sore ini diijabah dan pemerintah tidak berbuat dzolim kepada rakyat kecil,” pungkas Kurniawan yang juga merupakan penjual daging ayam senior di pasar tersebut. (*)
Penulis : Wagiyono







