SEMARANG Realitapublik.id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Semarang diwarnai aksi turun ke jalan oleh ribuan buruh. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tampak hadir langsung menemui massa aksi di depan Gedung DPRD Jawa Tengah pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi mengapresiasi kondusifitas aksi yang berlangsung serentak di 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Menurutnya, suasana yang aman akan berdampak positif pada iklim investasi dan ketersediaan lapangan kerja.
“Hari ini, May Day di 25 kabupaten/kota aman. Hal ini akan menambah kepercayaan publik untuk investasi, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Ahmad Luthfi di hadapan massa buruh.
Luthfi menegaskan bahwa momentum May Day bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan untuk mengawal hak-hak pekerja. Ia memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengupayakan berbagai fasilitas kesejahteraan di luar upah pokok.
“Jawa Tengah telah memberikan beberapa hal di luar upah. Saat ini terdapat 253 koperasi karyawan dan fasilitas daycare. Koperasi tersebut bertujuan memotong rantai distribusi kebutuhan pokok agar harganya lebih terjangkau bagi karyawan,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur juga menjanjikan program pembangunan perumahan subsidi bagi jutaan buruh di Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa pekerja bukan sekadar alat produksi, melainkan embrio utama dalam pembangunan daerah.
Meski Gubernur menemui massa di depan Gedung DPRD, terpantau hingga pukul 17.00 WIB, ia tidak tampak menemui massa aksi yang terkonsentrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Padahal, massa di lokasi tersebut tetap tertib menyuarakan aspirasi sambil menggelar gigs musik untuk buruh.
Sejak pukul 13.00 WIB, Jalan Pahlawan sudah dipenuhi massa yang membawa berbagai poster sindiran bernada kritis namun kreatif, seperti “Buruh Bukan Tumbal Transisi Energi” hingga “Kontrak Terus, Aku Juga Pengen Rabi” (Kontrak Terus, Saya Juga Ingin Menikah).
Secara bergantian, koordinator lapangan menyampaikan orasi dari atas mobil komando dengan tiga tuntutan utama:
Menuntut upah layak.
Penghapusan sistem outsourcing.
Pengesahan UU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh.
Sikap Gubernur Ahmad Luthfi yang mau turun langsung menemui massa aksi patut diapresiasi sebagai wujud kepedulian pemimpin terhadap aspirasi rakyat. Harapannya, poin-poin yang disuarakan oleh para buruh dapat segera terealisasi demi peningkatan kesejahteraan kaum pekerja di Jawa Tengah. (*)
Penulis : Fery Eka spt







