Predator Berkedok Kiai di Pati Ditetapkan Tersangka, Diduga Cabuli 50 Santriwati Yatim dan Dhuafa

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI, realitapublik.id — Jagat pendidikan pesantren di Kabupaten Pati diguncang skandal kemanusiaan yang memilukan. Seorang oknum pengasuh pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, berinisial AS, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pati atas dugaan pencabulan massal terhadap puluhan santriwatinya. Senin (04/05/2026).

 

Aksi bejat ini tergolong sangat keji karena menyasar santriwati dari kalangan anak yatim dan dhuafa yang tengah menimba ilmu. Ironisnya, jumlah korban diperkirakan mencapai 50 santriwati yang mayoritas masih berusia di bawah umur (tingkat SMP).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik predator seksual ini diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Modus yang digunakan tersangka adalah dengan mengancam mengeluarkan santriwati dari pesantren jika tidak menuruti nafsu bejatnya di kamar pribadi.

Baca Juga :  Perkuat Standar Keamanan Pangan, SPPG MBG Makarti 2 Tubaba Gelar Pelatihan Gizi Intensif

 

Lebih memprihatinkan lagi, muncul dugaan bahwa tersangka melakukan manipulasi sistematis terhadap korban yang hamil. Korban yang mengandung akibat perbuatannya disinyalir langsung dinikahkan dengan santri laki-laki lain di dalam pesantren guna menutupi jejak kejahatannya.

 

Program sekolah gratis yang ditawarkan pesantren tersebut diduga kuat hanya menjadi umpan bagi keluarga kurang mampu, sehingga tersangka bisa dengan leluasa memangsa para gadis di bawah umur yang tidak berdaya.

Baca Juga :  Tubaba Semarak Fun Run 2026, Bupati Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Dini 

 

Kabar penetapan tersangka terhadap AS dikonfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, Sabtu (02/05/2026). Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

 

“Pihak kepolisian saat ini terus melakukan proses penyelidikan mendalam dan kami berjanji akan menyampaikan setiap perkembangan kasus ini kepada publik,” ujar Ipda Hafid Amin.

 

Berbagai elemen masyarakat mengutuk keras tindakan AS. Alih-alih menjadi pelindung dan pendidik yang memberikan teladan moral, tersangka justru bertindak sebagai predator yang menghancurkan masa depan anak didik sekaligus mencoreng nama baik institusi pesantren di mata publik.

Baca Juga :  "Kawat Cuci Piring" dalam Menu MBG: Bukti Bobroknya Pengawasan dan Ancaman Nyawa Balita

 

Masyarakat mendesak agar tersangka dijatuhi hukuman maksimal sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, termasuk mempertimbangkan pemberatan hukuman karena statusnya sebagai tenaga pendidik yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak-anak tersebut.

 

Kasus ini menjadi alarm keras bagi para orang tua untuk lebih selektif dan waspada dalam memilih lembaga pendidikan berasrama bagi anak-anak mereka. Pastikan rekam jejak pengelola pesantren bersih dan memiliki sistem pengawasan yang transparan demi menjamin keselamatan fisik serta mental putra-putri mereka.

Penulis : Fery Eka

Editor : Chu

Berita Terkait

Peringati HUT ke-75 IBI, Penyuluh KB Jatibanteng Gelar Pelayanan Kontrasepsi Gratis
Polisi Evakuasi Warga Lampung Utara Tenggelam di Bendungan Way Rarem
Terpilih Aklamasi, Putra Jaya Umar Siap Kembalikan Kejayaan Golkar di Tubaba
Lepas 147 Jemaah Haji, Wabup Tubaba: Jaga Kesehatan, Perkuat Kebersamaan
Polres Tulang Bawang Barat Kawal Ketat Keberangkatan 147 Calon Jamaah Haji 2026
Polres PALI Ringkus Pengedar Sabu di Pasar Bhayangkara Lewat Aksi Undercover Buy
Erdarkan Sabu, Dua Pria di Lampung Utara Diamankan Polisi 
Kejar Target 5.000 Sertifikat Halal, Pemkab Tubaba Siap Rekrut Tenaga Pendamping Massal
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:13 WIB

Peringati HUT ke-75 IBI, Penyuluh KB Jatibanteng Gelar Pelayanan Kontrasepsi Gratis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:24 WIB

Polisi Evakuasi Warga Lampung Utara Tenggelam di Bendungan Way Rarem

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:19 WIB

Terpilih Aklamasi, Putra Jaya Umar Siap Kembalikan Kejayaan Golkar di Tubaba

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:16 WIB

Lepas 147 Jemaah Haji, Wabup Tubaba: Jaga Kesehatan, Perkuat Kebersamaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:51 WIB

Polres Tulang Bawang Barat Kawal Ketat Keberangkatan 147 Calon Jamaah Haji 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:03 WIB

Erdarkan Sabu, Dua Pria di Lampung Utara Diamankan Polisi 

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:53 WIB

Kejar Target 5.000 Sertifikat Halal, Pemkab Tubaba Siap Rekrut Tenaga Pendamping Massal

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:24 WIB

Sambut Wajib Halal 2026, Pemkab Tubaba Siapkan P3H di Tiap Tiyuh dan Sertifikasi Dapur MBG

Berita Terbaru