Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PASURUAN, realitapublik.id — Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Poros Tengah menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor UPT Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan pada Senin (22/6/2026). Mereka mendesak transparansi penuh dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA serta menuntut audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran pendidikan.

 

Massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dengan membentangkan sejumlah spanduk kritik tajam, di antaranya bertuliskan “SPMB Bebas Titipan!”, “Copot Oknum Main Belakang”, hingga “Audit BOS dan BPOPP Sekarang”. Secara bergantian, para demonstran menyampaikan orasi di depan gerbang kantor dinas tersebut.

 

Yudi Bulenk menilai pelaksanaan SPMB tahun ini perlu diawasi secara ketat karena diduga kuat masih diwarnai oleh praktik “titipan” oknum tertentu. Praktik ini dinilai mencederai rasa keadilan dan berpotensi merugikan para peserta didik yang mengikuti proses seleksi secara jujur dan murni.

Baca Juga :  BEM Sampang Tagih Mandat Politik, Tegaskan Aspirasi Masyarakat Madura Bukan Sekadar Seremonial

 

Oleh karena itu, Aliansi Poros Tengah menuntut pihak UPT Cabdin Pendidikan untuk membuka seluruh data SPMB secara transparan kepada publik, mulai dari jalur afirmasi, domisili (zonasi), prestasi, hingga jalur mutasi beserta dokumen-dokumen pendukungnya.

Aksi demo aliansi poros tengah di depan kantor Cabdin Propinsi Jatim wilayah Pasuruan (Realita Publik)

“Jangan ada anak yang berprestasi tergeser hanya karena ada pihak-pihak tertentu yang memiliki akses orang dalam,” ujarnya.

 

Selain sengkarut SPMB, massa juga menyoroti regulasi dan implementasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) di lingkungan sekolah. Mereka menduga terdapat potensi tumpang tindih pembiayaan (double counting) pada sejumlah kegiatan yang didanai melalui dua sumber anggaran berbeda tersebut.

 

Beberapa pos anggaran yang dicurigai rawan tumpang tindih antara lain honor guru, pemeliharaan sarana dan prasarana (sarpras), hingga dana kegiatan kesiswaan. Massa mendesak agar dilakukan audit investigatif secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada kebocoran uang negara.

Baca Juga :  Akselerasi Pendidikan Vokasi, Pemerintah Gulirkan Program Revitalisasi SMKN 3 Kotabumi

 

“Ini harus diperiksa secara terbuka. Jangan sampai ada kegiatan yang dibiayai dua kali menggunakan uang negara,” tegas Saiful dalam orasinya.

 

Dalam maklumat tuntutannya, Modrix Maulana meminta pencopotan dan penindakan tegas terhadap oknum pejabat maupun kepala sekolah yang terbukti terlibat dalam praktik rekayasa laporan anggaran ataupun titipan siswa. Mereka juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur serta Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk turun tangan melakukan penyelidikan jika ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.

 

Di sela-sela aksi, perwakilan UPT Cabdin Pendidikan Wilayah Pasuruan yang diwakili Kepala Seksi SMA, Sungko, sempat menemui massa di gerbang kantor. Namun, kehadiran pejabat teknis tersebut mendapat penolakan dari peserta aksi yang bersikeras menginginkan penjelasan langsung dari Kepala UPT Cabdin selaku pimpinan tertinggi. Massa menilai kehadiran kepala seksi belum cukup kapabel untuk menjawab tuntutan kebijakan yang mereka bawa.

Baca Juga :  Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka

 

Aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sekitar pukul 11.30 WIB, massa akhirnya membubarkan diri setelah membacakan petisi tuntutan di depan kantor UPT Cabdin. Sebelum meninggalkan lokasi, Aliansi Poros Tengah menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera direspons serius oleh pihak berwenang.

Penulis : Chu

Berita Terkait

Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka
Akselerasi Pendidikan Vokasi, Pemerintah Gulirkan Program Revitalisasi SMKN 3 Kotabumi
BEM Sampang Tagih Mandat Politik, Tegaskan Aspirasi Masyarakat Madura Bukan Sekadar Seremonial
Kembangkan Kreativitas Siswa, SDN 3 Suboh Gelar Kegiatan Tengah Semester
Dugaan Kejanggalan Pengelolaan Dana BOS SMPN 1 Abung Pekurun Capai Ratusan Juta Rupiah
Nekat Begal Motor Mahasiswi di Dieng, Mahasiswa Asal Jember Ditangkap Warga di FH Unmer Malang
Tampar Siswa Gara-Gara Baju Lurik, Kepala SMPN 18 Malang Dicopot
Projo Malang Soroti Perioderisasi Kepala SMPN, Minta Implementasi Permendikdasmen 7/2025 Transparan
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Akselerasi Pendidikan Vokasi, Pemerintah Gulirkan Program Revitalisasi SMKN 3 Kotabumi

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:39 WIB

BEM Sampang Tagih Mandat Politik, Tegaskan Aspirasi Masyarakat Madura Bukan Sekadar Seremonial

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Kembangkan Kreativitas Siswa, SDN 3 Suboh Gelar Kegiatan Tengah Semester

Selasa, 29 September 2026 - 08:17 WIB

Dugaan Kejanggalan Pengelolaan Dana BOS SMPN 1 Abung Pekurun Capai Ratusan Juta Rupiah

Jumat, 25 September 2026 - 20:22 WIB

Nekat Begal Motor Mahasiswi di Dieng, Mahasiswa Asal Jember Ditangkap Warga di FH Unmer Malang

Jumat, 25 September 2026 - 15:27 WIB

Tampar Siswa Gara-Gara Baju Lurik, Kepala SMPN 18 Malang Dicopot

Kamis, 24 September 2026 - 10:48 WIB

Projo Malang Soroti Perioderisasi Kepala SMPN, Minta Implementasi Permendikdasmen 7/2025 Transparan

Berita Terbaru