KABUPATEN BATANG, realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten Batang terus mengakselerasi budaya literasi melalui program inovatif bertajuk “Sak Minggu Sak Buku” (Satu Minggu Satu Buku). Gerakan ini mengajak ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendonasikan buku bacaan bermutu guna memperluas akses informasi hingga ke pelosok desa.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang, Budiono, menjelaskan bahwa buku yang dihimpun wajib memenuhi standar kualitas tertentu, yakni berupa buku bacaan anak bermutu, bukan buku pelajaran, serta dalam kondisi fisik yang layak baca.
Buku-buku yang terkumpul tidak akan menumpuk di gudang, melainkan akan segera disalurkan ke titik-titik krusial yang membutuhkan pasokan bahan bacaan segar.
“Nantinya buku-buku ini akan kami distribusikan ke perpustakaan desa, kelurahan, sekolah, serta taman bacaan masyarakat (TBM) agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan merata,” ujar Budiono, Kamis (14/05/2026).
Ia menekankan bahwa literasi adalah proses pembentukan karakter yang tidak instan. Dampak dari gerakan ini mungkin baru akan terlihat secara signifikan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan saat anak-anak tersebut tumbuh dewasa dengan wawasan yang luas.
Komitmen ini bukan sekadar imbauan lisan, melainkan diperkuat melalui landasan hukum Surat Edaran Bupati Batang Nomor 7 Tahun 2026 tentang Hibah Buku Satu ASN Satu Buku Bacaan Anak Bermutu.
Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas respons positif para abdi negara di lingkungan Pemkab Batang.
“Para ASN sangat antusias, mereka dengan sukarela mendonasikan koleksi buku terbaiknya. Hingga saat ini, alhamdulillah sudah terkumpul sekitar 8.500 buku. Ini adalah angka yang luar biasa dan pastinya sangat bermanfaat bagi anak-anak di desa-desa terpencil,” ungkap Faelasufa.
Program “Sak Minggu Sak Buku” diharapkan mampu berjalan secara konsisten dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Dengan ketersediaan buku yang beragam di tingkat kecamatan hingga desa, minat baca anak-anak di Kabupaten Batang diharapkan terus meningkat.
Terobosan ini menjadi langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dimulai dari satu buku yang disumbangkan oleh satu aparatur negara untuk satu senyum ilmu pengetahuan anak bangsa.
Penulis : Fery Eka spt






