Diduga Asal Jadi, Proyek Drainase Pemprov Lampung di Simpang PU Tubaba Disorot Warga

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Proyek pembangunan drainase milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang berlokasi di ruas Jalan Simpang PU, Tiyuh Murni Jaya, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis, sehingga dikhawatirkan mengorbankan kualitas infrastruktur demi mengejar keuntungan semata.

 

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu (1/07/2026), terlihat salah seorang pekerja memasukkan urukan tanah ke sela-sela susunan batu pada konstruksi drainase sebelum dilakukan proses pengecoran dengan adukan semen. Praktik di lapangan ini memicu dugaan kuat adanya pengurangan material utama yang seharusnya digunakan dalam proyek tersebut.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Alokasikan Rp320 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tahun 2026

 

Saat dikonfirmasi mengenai alasan penggunaan tanah di sela-sela batu konstruksi, pekerja yang berada di lokasi enggan memberikan penjelasan lebih detail. Ia hanya menyebutkan nama pengawas lapangan yang bertanggung jawab.

 

“Pengawasnya Ayong, orangnya di mes sana kali, miring,” ujarnya singkat sembari menunjuk ke arah lokasi mes pekerja.

 

Di sisi lain, seorang warga setempat yang meminta agar identitasnya dirahasiakan menilai bahwa metode pengerjaan yang asal-asalan tersebut berpotensi besar membuat bangunan drainase cepat rusak dan tidak berumur panjang.

 

“Bagaimana mau bertahan lama kalau cara kerjanya seperti itu? Batu dicampur urukan tanah, setelah itu baru ditutup adukan semen. Saya khawatir dalam hitungan bulan drainasenya sudah ambrol diterjang air saat musim hujan tiba,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Warga Khawatirkan Kualitas Tambal Sulam Jalan Ruas Panaragan Jaya Tubaba Cepat Rusak Kembali

 

Warga juga mempertanyakan lemahnya fungsi pengawasan, baik dari pihak rekanan (kontraktor) maupun instansi terkait. Menurutnya, tidak terlihat adanya pengawas teknis yang bersiap di lokasi, sehingga pekerjaan terkesan dibiarkan berlangsung tanpa kontrol kualitas yang ketat.

 

“Pengawasan lapangan saja tidak ada. Jangan-jangan tukangnya menggunakan sistem borongan, sehingga yang dikejar hanya target cepat selesai. Kalau material dikurangi dengan tanah, otomatis penggunaan batu dan semen bisa dihemat. Jika benar begitu, yang dirugikan tentu masyarakat karena kualitas bangunan sangat dipertanyakan,” tambah warga tersebut.

Baca Juga :  Bupati PALI Minta Perangkat Daerah Tetap Fokus Melayani di Tengah Dinamika Politik

 

Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai komitmen pelaksana proyek dalam menjaga mutu pengerjaan infrastruktur yang dibiayai oleh uang rakyat. Lemahnya pengawasan di lapangan dinilai membuka ruang terjadinya pengerjaan yang menyimpang dari spesifikasi teknis (spek), apabila tidak segera dilakukan evaluasi dan pemeriksaan mendalam oleh instansi berwenang.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak rekanan maupun pengawas teknis lapangan belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penggunaan urukan tanah pada konstruksi drainase tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (*)

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Proyek Jalan Provinsi Tanpa Papan Nama di Tulang Bawang Sorotan Warga
​Niat Majukan Kampung Halaman, Sukamto Siap Calonkan Diri sebagai Kepalo Tiyuh Daya Sakti
Warga Khawatirkan Kualitas Tambal Sulam Jalan Ruas Panaragan Jaya Tubaba Cepat Rusak Kembali
Soroti Dugaan Kejanggalan Perkara Narkotika, LSM Pejuang ’24 Audiensi ke Kejari Kabupaten Pekalongan 
Terpeleset ke Palung Saat Memancing, Warga Banyuwangi Hilang Terseret Arus di Pantai Bama Situbondo
Di Permata CAI Jombang, Wapres Gibran Ingatkan Pemuda Kuasai Jiwa Entrepreneurship
Resmi Diserahkan, Proyek Peningkatan RSUD Talang Ubi PALI Segera Dimulai
Bahas Akuntabilitas Fiskal, DPRD Tubaba Gelar Paripurna APBD 2025
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:01 WIB

Diduga Asal Jadi, Proyek Drainase Pemprov Lampung di Simpang PU Tubaba Disorot Warga

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:56 WIB

Proyek Jalan Provinsi Tanpa Papan Nama di Tulang Bawang Sorotan Warga

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

​Niat Majukan Kampung Halaman, Sukamto Siap Calonkan Diri sebagai Kepalo Tiyuh Daya Sakti

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:05 WIB

Warga Khawatirkan Kualitas Tambal Sulam Jalan Ruas Panaragan Jaya Tubaba Cepat Rusak Kembali

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

Terpeleset ke Palung Saat Memancing, Warga Banyuwangi Hilang Terseret Arus di Pantai Bama Situbondo

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:26 WIB

Di Permata CAI Jombang, Wapres Gibran Ingatkan Pemuda Kuasai Jiwa Entrepreneurship

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:45 WIB

Resmi Diserahkan, Proyek Peningkatan RSUD Talang Ubi PALI Segera Dimulai

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:30 WIB

Bahas Akuntabilitas Fiskal, DPRD Tubaba Gelar Paripurna APBD 2025

Berita Terbaru