TULANG BAWANG, realitapublik.id — Praktik pembangunan infrastruktur yang mengabaikan prinsip transparansi kembali ditemukan di Kabupaten Tulang Bawang. Sebuah proyek pengerjaan jalan provinsi yang berlokasi di Kampung Talang Tebesu, Kecamatan Menggala, diduga menjadi “proyek siluman” lantaran tidak memasang papan informasi proyek hingga Rabu (01/07/2026).
Ketiadaan papan nama ini memicu kecurigaan publik mengenai sumber dana, besaran anggaran, volume pekerjaan, hingga perusahaan pelaksana kegiatan. Padahal, pemasangan papan informasi merupakan kewajiban regulasi sebagai perwujudan transparansi agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan uang negara.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu pagi, sejumlah pekerja masih beraktivitas menyelesaikan proyek jalan tersebut. Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui keberadaan papan informasi karena memang belum terpasang di lokasi.
“Setahu saya ini pekerjaan dari provinsi. Panjangnya sekitar 600 meter di perbatasan pertengahan Kabupaten Tulang Bawang. Proyek jalan provinsi ini setahu saya milik Ayong dan pengawasnya bernama Adin,” ujarnya di lokasi pekerjaan.
Meski demikian, para pekerja mengaku tidak mengetahui secara pasti total anggaran, spesifikasi teknis volume panjang dan lebar jalan, maupun jangka waktu penyelesaiannya. Mereka memperkirakan pengerjaan fisik tersebut baru berjalan sekitar satu minggu.
Ketiadaan papan informasi ini disinyalir sebagai upaya menutupi transparansi dari pengawasan publik. Hal tersebut dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Peraturan Presiden terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Selain itu, muncul pula tanda tanya besar mengenai tahun anggaran yang digunakan. Pengerjaan fisik yang dilakukan tanpa kejelasan informasi ini menimbulkan dugaan adanya ketidakberesan dalam proses administrasi maupun pelaksanaan anggaran antara pihak dinas terkait dan pelaksana lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek bernama Ayong belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tim media sempat berupaya mencari keberadaannya di lokasi kerja, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.
“Beberapa hari kemarin mereka ada, tapi sekarang sedang pulang. Tadi saya sudah telepon Ayong, katanya dia sudah menghubungi Adin untuk datang ke sini. Tunggu saja,” pungkas salah seorang pekerja setelah tim media menunggu kurang lebih satu jam tanpa kejelasan dari pihak pengawas. (*)
Penulis : Rody Sandra







