SEMARANG, realitapublik.id — Dukungan terhadap Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), untuk maju dalam bursa Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menguat. Sebanyak 23 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah secara resmi menyampaikan “Lamaran Agung” agar Gus Yusuf bersedia dicalonkan pada Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada 27–30 Agustus 2026 mendatang.
Deklarasi dukungan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan silaturahmi yang digelar di Aula Pondok Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu malam (18/07/2026).
Menanggapi dorongan tersebut, Gus Yusuf menyatakan menerima amanah dari puluhan PCNU Jawa Tengah tersebut dengan penuh kehati-hatian dan rasa tanggung jawab. Menurutnya, NU saat ini membutuhkan figur kepemimpinan yang mampu merajut kembali soliditas organisasi di tengah berbagai dinamika internal dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami menerima pinangan dari rekan-rekan PCNU Jawa Tengah ini sebagai sebuah amanah yang cukup berat. Saya berharap Muktamar ke-35 kelak dapat menjadi momentum rekonsiliasi nasional sekaligus memperkuat persatuan warga Nahdliyin memasuki abad kedua NU,” ujar Gus Yusuf.
Gus Yusuf menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai figur pemersatu yang merangkul seluruh elemen jemaah dan jam’iyah. Jika nantinya dipercaya memimpin PBNU, ia menyiapkan tiga program prioritas:
Penguatan Tata Kelola Organisasi: Membangun manajemen PBNU yang transparan, akuntabel, dan modern.
Pengembangan Pendidikan Pesantren: Memperkuat mutu pendidikan pesantren, baik model salaf maupun modern.
Kemandirian Ekonomi Nahdliyin: Mendorong pemberdayaan ekonomi warga NU melalui optimalisasi UMKM serta perluasan akses permodalan.
Ia menambahkan, program strategis tersebut nantinya akan diselaraskan dengan agenda nasional pemerintah, khususnya pada sektor pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat bawah.
Sementara itu, perwakilan PCNU Temanggung, Muhammad Furqon, mengungkapkan bahwa arus dukungan ini merupakan murni aspirasi akar rumput PCNU di Jawa Tengah yang mendambakan sosok pemimpin inklusif menjelang muktamar.
“Kebutuhan utama NU hari ini adalah rekonsiliasi. Kami menilai Gus Yusuf merupakan figur santun, berpengalaman, serta terbukti sukses memajukan pendidikan pesantren dan layanan kesehatan masyarakat,” tutur Furqon.
Selain mengakar di tradisi pesantren, sebagai pengasuh PP API Tegalrejo dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Gus Yusuf juga menunjukkan sikap profesionalitasnya. Demi menjaga independensi dan netralitas organisasi, ia telah melepas jabatan strukturalnya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelum menyatakan kesiapannya berkhidmah secara penuh di NU.
Menguatnya dukungan konsisten dari 23 PCNU se-Jawa Tengah ini menempatkan nama KH Muhammad Yusuf Chudlori sebagai salah satu kandidat kuat dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU di Jombang mendatang. Warga Nahdliyin berharap hajatan tertinggi NU tersebut melahirkan kepemimpinan yang amanah, menjaga khittah pendiri organisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. (*)
Penulis : Fery Eka spt






