Rupiah Menguat ke Rp17.935 per Dolar AS Seiring Meredanya Tensi Geopolitik

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, realitapublik.id — Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi (21/7/2026). Rupiah berada di level Rp17.935 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.

 

Pergerakan mata uang di kawasan Asia cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China mencatatkan penguatan sebesar 0,06 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,07 persen, dan dolar Singapura menguat 0,03 persen. Sementara itu, peso Filipina melemah 0,02 persen, yen Jepang turun 0,04 persen, serta won Korea Selatan terdepresiasi 0,25 persen. Adapun dolar Hong Kong bergerak relatif stabil.

Baca Juga :  Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi

 

Di kelompok mata uang utama negara maju, pergerakan terhadap dolar AS juga menunjukkan dinamika beragam. Euro Eropa tercatat naik 0,01 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,16 persen. Di sisi lain, dolar Kanada melemah 0,03 persen dan franc Swiss terkoreksi 0,02 persen.

Baca Juga :  Pusaran Korupsi Batu Bara PLN, dari Status Tersangka Eks Jampidsus hingga Nama Dirut

 

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpeluang melanjutkan tren positif seiring meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

 

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS didorong oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk bernegosiasi. Selain itu, rupiah juga ditopang oleh masuknya kembali aliran modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia,” ujar Lukman.

Baca Juga :  Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas dan KSP ke Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah

 

Lebih lanjut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

 

Penguatan nilai tukar rupiah ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Apresiasi mata uang domestik diharapkan mampu menjaga laju inflasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berada dalam koridor yang kuat dan stabil. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas dan KSP ke Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah
Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia
Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global
MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan
Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Amankan Pasokan LPG Nasional
Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Skala Besar
Pusaran Korupsi Batu Bara PLN, dari Status Tersangka Eks Jampidsus hingga Nama Dirut
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:51 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.935 per Dolar AS Seiring Meredanya Tensi Geopolitik

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:44 WIB

Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas dan KSP ke Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIB

Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:51 WIB

MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:54 WIB

Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:40 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Amankan Pasokan LPG Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:57 WIB

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Skala Besar

Berita Terbaru