MALANG, realitapublik.id – Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendadak diguncang isu miring terkait etika dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret oknum ajudan Bupati Malang berinisial ADK dengan seorang ASN wanita di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kini menjadi buah bibir di kalangan birokrasi setempat.
Meski rumor ini menggelinding liar, pihak pengawas internal Pemkab Malang menegaskan tidak bisa gegabah mengambil tindakan tanpa landasan hukum dan prosedur yang sah. Plt Inspektur Daerah Kabupaten Malang, Hendrawan Arrie Mahardhika, membenarkan bahwa pihaknya telah mengendus desas-desus tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke mejanya.
“Intinya, Inspektorat sudah mengetahui permasalahan atau isu tersebut. Kalau soal laporan, saya belum mendapatkan informasi resmi karena memang belum ada berkas di meja saya,” tegas Hendrawan saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Hendrawan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum acara administratif. Inspektorat tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan acak hanya berdasarkan rumor publik. Mekanisme penelusuran dugaan pelanggaran disiplin ASN baru bisa diaktifkan secara konkret jika ada aduan resmi yang disertai bukti awal yang memadai.
“Jika memang ada laporan resmi, tentu kami siap menindaklanjuti. Kami berkomitmen penuh menjaga integritas aparatur negara berdasarkan bukti formal,” lanjutnya.
Merespons tudingan yang menyudutkan dirinya, ADK selaku ajudan Bupati Malang langsung angkat bicara. Melalui pernyataan tertulis, ADK membantah keras seluruh rumor tersebut dan menegaskan bahwa narasi yang beredar di masyarakat adalah hoaks.
“Berita yang tersebar itu dipastikan tidak benar. Saya tidak memiliki hubungan asmara dengan siapa pun kecuali istri sah saya,” ujar ADK dengan nada tegas.
ADK mengaku sangat dirugikan oleh isu ini. Ia menyayangkan munculnya nama wanita berinisial SM—rekan sesama ASN di Bapenda—serta sosok pria yang diisukan sebagai suami pelapor. ADK menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal sosok SM maupun suaminya.
Guna membersihkan nama baiknya, ADK bergerak cepat untuk melakukan klarifikasi langsung kepada pihak-pihak yang namanya ikut terseret dalam pusaran rumor ini.
“Saya tidak mengenal inisial SM, begitu pula dengan suaminya yang disebut sebagai pelapor. Saya akan segera berkomunikasi dan menemui mereka agar informasi keliru ini segera diluruskan. Kejadian ini jelas mencemarkan nama baik saya,” tegas ADK.
Tabir Isu Mulai Terkuak
Upaya klarifikasi mandiri yang dilakukan ADK perlahan mulai menyingkap tabir di balik rumor ini. Dalam perkembangan terbarunya, ADK mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan pihak keluarga SM untuk memastikan kebenaran spekulasi yang berkembang. Hasilnya, tuduhan adanya laporan resmi ke pihak berwajib atau pengawas internal dipastikan gugur.
“Update terbaru, kami sudah berkomunikasi dengan salah satu anggota keluarga SM. Kami memastikan bahwa baik SM maupun suaminya tidak pernah melayangkan laporan ke Inspektorat. Bahkan, SM sendiri mengonfirmasi tidak mengenal saya,” ungkap ADK.
Kini, bola liar isu perselingkuhan di tubuh Pemkab Malang ini mulai menemui titik terang. Di satu sisi, Inspektorat tetap bersiaga sesuai prosedur hukum, sementara di sisi lain, fakta lapangan dari pihak terduga mengindikasikan adanya upaya penggiringan opini tanpa dasar yang sengaja dihembuskan pihak tertentu untuk merusak reputasi ASN terkait.(*)
Penulis : Billy
Editor : Redaksi






