PALI, realitapublik.id – Aksi nekat komplotan pencuri minyak mentah bermodus illegal tapping di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, berujung dramatis. Tim gabungan pengamanan Pertamina EP Pendopo Field terlibat aksi kejar-kejaran dengan para pelaku saat menggagalkan pencurian di jalur pipa Trunk Line SP Betung-Benuang.
Dalam penyergapan yang berlangsung di Dusun 4 Talang Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut, satu orang terduga pelaku berhasil diringkus, sementara tiga lainnya melarikan diri.
Pengungkapan kasus ini merupakan buah dari pengintaian intensif yang dilakukan tim pengamanan Pertamina selama beberapa hari. Petugas yang sudah memetakan situasi langsung bergerak menggerebek saat para pelaku tepergok sedang menyedot minyak mentah dari pipa.
“Setelah dilakukan pengintaian beberapa hari, akhirnya pelaku illegal tapping dapat diamankan setelah diwarnai drama pengejaran,” ujar seorang sumber di lapangan.
Terduga pelaku yang gagal meloloskan diri berinisial AP (43), seorang warga Desa Bulang, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim. Usai drama penangkapan, AP langsung digelandang ke Mapolres PALI beserta tumpukan barang bukti untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan armada penampung berupa satu unit mobil Suzuki Carry yang memuat 24 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter. Selain itu, disita pula empat unit tedmon karbon, satu unit mesin pompa, serta selang sepanjang kurang lebih 900 meter yang digunakan untuk menyedot minyak dari jalur pipa Pertamina.
Pihak Pertamina menegaskan bahwa operasi tangkap tangan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam melindungi aset negara dan fasilitas operasional operasional dari praktik pencurian yang merugikan serta berisiko memicu kerusakan lingkungan.
Hingga saat ini, Polres PALI masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap AP. Polisi juga telah mengantongi identitas tiga pelaku lain yang kabur dan tengah melakukan pengejaran di lapangan.(*)
Penulis : Lidian Heri
Editor : Redaksi






