realitapublik.id — Jajaran pengurus dan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Provinsi Lampung menyambut hangat kedatangan Koordinator Departemen (Kordep) V Komunikasi Digital dan Humas Pengurus Pusat (PP) PSHT Madiun, Anang Jhuswandi, S.H., M.H.
Pertemuan tersebut dikemas dalam acara Sarasehan dan Silaturahmi Keorganisasian yang digelar di Padepokan PSHT Cabang Bandarlampung, Kamis malam (22/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Cabang PSHT Bandarlampung Sukoco, S.Pd., Ketua Dewan Pertimbangan Cabang Bandarlampung Kangmas Biran, Bendahara Perwapus PSHT Lampung Eko B.S., S.Sos., M.Ap., serta jajaran pengurus cabang dan koordinator humas dari berbagai daerah seperti Lampung Selatan, Pesawaran, Mesuji, Tulang Bawang, hingga Metro. Hadir pula perwakilan pengurus ranting dan komisariat perguruan tinggi.
Ketua Cabang PSHT Bandarlampung, Sukoco, S.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran perwakilan Pengurus Pusat Madiun sangat penting untuk memberikan pencerahan serta informasi yang sah dan akurat secara langsung kepada warga PSHT di daerah.
“Hal itu guna meluruskan berbagai maraknya rumor dan narasi tidak pasti yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Dalam arahannya, Anang Jhuswandi menjelaskan bahwa kehadirannya mengemban surat tugas resmi dari Pengurus Pusat PSHT Madiun untuk melakukan konsolidasi organisasi. Ia menekankan pentingnya strategi kehumasan yang cepat, tepat, dan benar dalam menyampaikan informasi serta edukasi media kepada publik.
Anang juga memberikan rambu-rambu khusus kepada para kader dan konten kreator PSHT dalam mempublikasikan konten di media sosial:
Berani Menyampaikan Fakta: Selama konten berbasis fakta dan bertujuan mengedukasi, anggota tidak perlu ragu atau takut.
Patuhi Koridor Hukum: Menjauhi ujaran kebencian, fitnah, maupun provokasi agar tetap aman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ITE.
Membangun Citra Positif: Memanfaatkan media sosial secara produktif untuk memperkuat eksistensi dan citra positif organisasi.
Pengurus Pusat menegaskan bahwa meskipun dinamika media sosial sangat tinggi, kekuatan utama PSHT terletak pada eksistensi riil di tingkat dasar (grassroots). Tiga pilar utama kekuatan organisasi meliputi kepengurusan yang lengkap, grassroots yang kuat, serta loyalis yang militan:
Keberadaan Cabang Eksisting: Struktur kepengurusan yang sah dan lengkap serta kepemilikan padepokan dan tempat latihan fisik yang nyata.
Militansi Loyalis: Warga dan anggota yang memiliki jiwa kemandirian serta loyalitas tinggi terhadap organisasi.
Penyampaian Ajaran Luhur: Komitmen berkelanjutan dalam mengajarkan nilai-nilai luhur ajaran PSHT.
Pertemuan di Bumi Ruwa Jurai ini dirancang sebagai titik awal (“letupan dari Lampung”) untuk gerakan bersama dalam skala nasional, meliputi kegiatan personal branding, branding organisasi, hingga marketing sektor publik.
Melalui konsolidasi ini, ia berharap seluruh warga PSHT di Lampung tetap solid, kritis terhadap informasi, serta aktif menjaga marwah dan kejayaan organisasi.
“Guna membangkitkan sikap patriotik Warga PSHT Pusat Madiun, ada penguatan yang dapat dijadikan landasan pengabdian dengan tagar #WayaheSemutIrengMudal, yang bermakna sudah saatnya semut hitam (PSHT) keluar secara bersama-sama dan terus menerus,” tegas Anang. (*/Rody Sandra)






