Misbah: Penutupan Gempol 9 Dinilai Tidak Adil, Pemkab Diminta Lebih Bijak

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN realitapublik.id – Misbah, Ketua LSM Gajah Mada, angkat bicara terkait gencarnya aktivis meminta penutupan Kafe Gempol 9 di Pasuruan. Ia mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Bupati, namun prihatin dengan sikap aktivis yang keras terhadap Gempol 9.

 

Dalam konteks ini, Misbah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan sesuai dengan nilai-nilai sosial masyarakat. Sehingga pemerintah kabupaten dan Bupati lebih bijaksana dalam menangani hal ini.

 

“Intinya saya mendukung apa yang dilakukan oleh Pemkab Kabupaten terutama Pak Bupati. Kenapa? bukannya saya mendukung kemaksiatan, saya prihatin terhadap para aktifis, yang mana sangat keras meminta Pemkab untuk menutup Gempol 9,” ucapnya.

Baca Juga :  Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama

 

Ia membandingkan Gempol 9 dengan Tretes, yang dianggap lebih bermasalah tidak tersentuh. Misbah merasa ada ketidakadilan dalam penanganan kasus ini dan mempertanyakan alasan di balik intensitas serangan terhadap Gempol 9.

 

“Padahal ada yang lebih ngeri yaitu Tretes. Itu sangat jelas, sangat vulgar, padahal disitu sangat jelas bisnis esek-esek (lendir) yang dikelola oleh orang luar kota Pasuruan kenapa tidak ditutup dan sekelas Gempol 9 hanya warung kopi dan ada beberapa kafe disitu kok sangat intens mereka menyerang Gempol 9, ada apa?,” herannya.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

 

Misbah meminta agar masyarakat dan pemerintah lebih bijak dalam menyikapi masalah ini, mempertimbangkan nasib para pekerja, dan mengutamakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

 

“Ayolah, kita lebih bijak, kasihan mereka itu hanya mencari makan, banyak janda-janda di situ yang mana mereka itu dituntut upaya untuk bisa menghidupi keluarganya. Kita bukan orang suci, saudara Makki dan saudara Ayik, juga saya bukan orang suci. Jangan munafik lah jadi orang,” tutur Misbah.

Baca Juga :  Kedepankan Dialog, Pertamina EP Adera Field Respons Aspirasi Ketenagakerjaan Masyarakat PALI

 

Ia berharap Pemkab lebih fokus pada tempat-tempat yang lebih vulgar dan bermasalah, bukan hanya menargetkan Gempol 9.

 

“Jadi saya mengharapkan kepada Pak Bupati agar lebih bijak dalam menyikapi masalah di Gempol 9 ada yang lebih vulgar tetes yang harus ditutup. jangan hanya sebuah kafe tempat ngopi yang merupakan tempat hiburan nyanyi-nyanyi saja. Kasihan mereka mereka juga manusia mereka butuh keadilan jangan terlalu dipaksakan lah. Ada apa dengan gempol 9, ada apa?,” paparnya.

 

Penulis : Saichu

Editor : Red

Berita Terkait

Respon Cepat Laporan 110, Polres Lampung Utara Cek Lokasi Gangguan Musik Orgen di Kotabumi Selatan
Wujudkan Pangan Halal dan Higienis, DPD Juleha Tubaba Gelar Pelatihan Juru Sembelih Berbasis Kompetensi
Patroli Hunting Berbuah Hasil, Polisi Ringkus Kurir Sabu di Tempirai
Aksi Pencurian Sawit di Kebun Perusahaan Digagalkan, Polisi Amankan Barang Bukti
Proyek Air Bersih Tahun 2025 di Desa Purbasakti Jadi “Monumen Mati” 
Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta
Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa
Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 14:42 WIB

Respon Cepat Laporan 110, Polres Lampung Utara Cek Lokasi Gangguan Musik Orgen di Kotabumi Selatan

Sabtu, 25 April 2026 - 14:35 WIB

Wujudkan Pangan Halal dan Higienis, DPD Juleha Tubaba Gelar Pelatihan Juru Sembelih Berbasis Kompetensi

Sabtu, 25 April 2026 - 10:29 WIB

Patroli Hunting Berbuah Hasil, Polisi Ringkus Kurir Sabu di Tempirai

Sabtu, 25 April 2026 - 10:24 WIB

Aksi Pencurian Sawit di Kebun Perusahaan Digagalkan, Polisi Amankan Barang Bukti

Jumat, 24 April 2026 - 17:48 WIB

Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 12:32 WIB

Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa

Jumat, 24 April 2026 - 09:55 WIB

Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara

Jumat, 24 April 2026 - 09:20 WIB

Resmi Dilantik, Suwardi Siap Bawa PDBI Lampung Utara Menuju Puncak Prestasi

Berita Terbaru