Ketika Isi Perut Mengancam, Independensi Profesi Tergadaikan

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, realitapublik.id – Dunia pers di Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sorotan setelah insiden yang mempertanyakan integritas dan independensi profesi jurnalis.

Sebuah tulisan karya Halik, seorang jurnalis media daring lokal, yang berjudul ‘Di Balik Kemeriahan Acara Sultan Madura, Ada Jeritan Pedagang’, memicu polemik.

Tulisan tersebut berani mengangkat suara pedagang kecil yang merasa terpinggirkan di tengah hiruk-pikuk acara.

 

Namun, alih-alih mendapat dukungan dari sesama insan pers, Halik justru diserang balik oleh oknum ketua organisasi pers di Pamekasan.

Baca Juga :  Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Sosok yang seharusnya menjadi garda terdepan penjaga marwah profesi ini justru dituding telah menggadaikan independensinya demi kenyamanan relasi dan kepentingan pribadi.

 

Perbedaan sudut pandang yang tajam ini memicu saling sindir melalui rilis resmi organisasi yang dipimpinnya. Ini menunjukkan betapa rapuhnya solidaritas profesi ketika idealisme dikompromikan.

 

Meskipun mendapat tekanan dan perundungan dari pihak-pihak yang disebut ‘berlindung di balik Ketiak Sultan’, Halik dan rekan-rekannya tetap teguh pada pendiriannya, menjadikan tulisan tersebut sebagai perlawanan yang bermartabat.

Baca Juga :  Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

 

Jurnalis Bukan Sekadar Pelayan Kepentingan

Ade, Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), yang memantau perkembangan kasus ini, menyatakan keprihatinannya. Minggu (24/8/25)

“Siapa yang paling dirugikan? Pastinya masyarakat. Bahkan Sultan pun ikut merugi, karena oknum di sekelilingnya gagal menjaga suasana tetap kondusif, malah menambah gaduh,” cetusnya.

 

Lebih lanjut Ade menegaskan bahwa jurnalis seharusnya menjadi pilar keempat demokrasi, penjaga nurani publik, bukan sekadar pengikut arus kekuasaan dan penjaga isi perut pribadi.

Baca Juga :  Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

Menulis bukan hanya soal menyusun kata, tapi juga mengukur keberanian dan integritas. “Menjaga independensi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban moral,” tambahnya.

 

Ade juga menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, “Di balik profesi kami, masih ada rekan-rekan yang memiliki hati nurani untuk menyuarakan kebenaran.”

 

Insiden ini menjadi pengingat bahwa ketika isi perut menjadi alasan untuk membungkam nurani, profesi jurnalis tidak lagi menjadi penjaga kebenaran, melainkan sekadar pelayan kepentingan.

Penulis : Tim

Editor : Chu

Sumber Berita : Divisi Humas KJJT

Berita Terkait

Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba
Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa
Bawaslu Situbondo: Pilihan di TPS Cuma Sekian Menit, Tapi Tentukan Nasib Bangsa 5 Tahun
Polres Bogor Tangkap Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja 16 Tahun di Sukaraja
Sengketa Tanah KDMP Rejoso Lor Masuki Agenda Gugatan, Penggugat Soroti Ketidakhadiran Jaksa
Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut
Skandal Dana Hibah KONI Kota Pasuruan 2023–2025: Negara Rugi Ratusan Juta, Ketua Umum dan Bendahara Resmi Ditahan
Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Bawaslu Situbondo: Pilihan di TPS Cuma Sekian Menit, Tapi Tentukan Nasib Bangsa 5 Tahun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Polres Bogor Tangkap Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja 16 Tahun di Sukaraja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Skandal Dana Hibah KONI Kota Pasuruan 2023–2025: Negara Rugi Ratusan Juta, Ketua Umum dan Bendahara Resmi Ditahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri

Berita Terbaru