BOGOR realitapublik.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat sore (30/10/2025) menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di tiga kampung sekaligus. Bencana ini tidak hanya merendam puluhan rumah warga, tetapi juga merusak dua pondok pesantren dan melukai seorang santri.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi memicu luapan Sungai Cipatujah, yang kemudian mengikis tembok penahan tanah (TPT) dan tebing di beberapa lokasi.
Bencana terbagi di tiga titik di Desa Jonggol:
– Banjir: Melanda Kampung Pojok Salak RT 04 RW 08.
– Longsor: Terjadi di Kampung Karni RT 02 RW 04.
– Banjir dan Longsor: Terjadi serentak di Kampung Jeprah RT 01 RW 01.
Satu santri dari Ponpes Al-Fatiah, bernama Fatwahana (19), dilaporkan mengalami luka di kaki kiri dan segera mendapatkan perawatan di Puskesmas Jonggol. Selain itu, Musala Darhaj dan area Ponpes Al-Fatiah ikut terendam banjir.
Ponpes lain, Al-Mutajam, juga terdampak dengan kerusakan serius pada TPT sepanjang 100 meter dan tinggi 8 meter yang berdiri kurang dari satu meter dari bibir sungai.
Longsor tebing setinggi 30 meter juga dilaporkan menutup akses jalan warga di Kampung Karni RT 02 RW 04.
Adam Hamdani menambahkan, hingga saat ini kerusakan pada TPT dan jembatan di lokasi bencana belum diperbaiki. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat jika terjadi hujan susulan.
“Kerusakan belum diperbaiki, sehingga dikhawatirkan akan semakin berdampak pada warga sekitar. Kami memerlukan penanganan segera dari instansi terkait,” tuturnya.
BPBD Kabupaten Bogor mendesak instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat guna meminimalisir risiko bencana lanjutan dan memulihkan akses warga yang terdampak.
Penulis : Lucy







