Kolaborasi Sunyi di Jawa Tengah: Saat Nalar Akademik Turun Menjamah Sendi Pembangunan Desa

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yasip Khasani (Realita Publik)

Yasip Khasani (Realita Publik)

SEMARANG, realitapublik.id — Di Jawa Tengah, wajah pembangunan tahun 2025 tidak lagi lahir semata dari dinginnya ruang rapat birokrasi. Kebijakan publik kini memiliki pijakan ilmiah yang lebih membumi. Melalui kolaborasi strategis dengan 44 perguruan tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merajut sebuah “Kolaborasi Sunyi” sebuah kerja nyata yang tidak berisik, namun bergerak masif menyentuh wilayah pesisir hingga pelosok desa rawan bencana.

 

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, kampus kini bukan lagi sekadar menara gading. Melalui wadah Forum Rektor, nalar akademik dikerahkan untuk memastikan 29 program prioritas daerah berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

 

Hanya berselang 22 hari setelah resmi menjabat, tepatnya pada 14 Maret 2025, Ahmad Luthfi dan Gus Yasin menandai babak baru ini dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama 44 rektor dan direktur perguruan tinggi negeri maupun swasta. Ini adalah sinyal bahwa birokrasi Jawa Tengah ingin bekerja berbasis data, bukan sekadar intuisi.

Baca Juga :  Antara Penegakan Aturan dan Urusan Perut: Menakar Efektivitas Penertiban PKL di Kota Pekalongan

 

“Setiap kampus diberi mandat sesuai karakter dan keunggulannya. Dampaknya, beban pemerintah menjadi lebih ringan, sementara kebijakan menjadi lebih presisi karena diuji di lapangan dan dievaluasi secara akademik,” ujar Kepala Biro Pemerintahan, Otda, dan Kerja Sama Pemprov Jateng, Yasip Khasani, Minggu (28/12/2025).

 

Hasil sinergi ini mulai memberikan dampak nyata di lapangan sepanjang tahun 2025:

Pengawasan RTLH: Dinas Perumahan menggandeng 15 universitas melalui KKN Tematik. Mahasiswa turun langsung memverifikasi data lapangan, memastikan bantuan renovasi rumah tidak salah sasaran.

Kesehatan Masyarakat: Perguruan tinggi swasta membantu Dinas Kesehatan dalam sosialisasi sensus kesehatan dan program Speling.

Mitigasi Bencana: BPBD bersinergi dengan 24 kampus untuk memetakan risiko bencana berbasis kajian ilmiah di wilayah-wilayah rawan.

Baca Juga :  Dinilai Kebal Hukum, Karaoke Diva Nekat Beroperasi Meski Disegel Satpol PP, Warga Desak Bupati dan Kapolres Bertindak!

 

Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Dr. Wahid Abdulrahman, menilai skema ini sebagai sejarah baru tata kelola pemerintahan. Dengan melibatkan kampus lokal, masalah daerah diselesaikan oleh pakar yang memahami medan.

 

“Persoalan stunting di Banyumas ditangani Unsoed, sementara wilayah Solo Raya dikawal oleh UNS. Ini adalah solusi cerdas di tengah keterbatasan anggaran,” jelas Wahid. Beberapa inovasi unggulan pun lahir, seperti program desalinasi air payau oleh Undip untuk kebutuhan air bersih di wilayah pesisir.

 

Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan bahwa kolaborasi ini akan terus diperluas. Jika tahun ini ada 44 kampus, target pada 2026 adalah melibatkan seluruh perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk mengawal total 136 program kerja gubernur.

Baca Juga :  KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara

 

Langkah inovatif ini bahkan mendapat pujian langsung dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Menurutnya, langkah Jawa Tengah adalah good move agar kebijakan publik tidak lahir dari “feeling”, melainkan berdasarkan studi mendalam.

 

Refleksi Bidang Kerja Sama Jawa Tengah 2025

Aspek Capaian Kolaborasi

Mitra Akademik 44 Perguruan Tinggi (Target 2026: Semua Kampus se-Jateng)

Program Terakomodasi 29 Program Prioritas (Dari total 136 Program Kerja)

Fokus Utama RTLH, Stunting, Mitigasi Bencana, Air Bersih, UMKM

Prinsip Kerja Ilmiah, Efisien, Tepat Sasaran, Membumi

 

Kini, pembangunan di Jawa Tengah tak lagi berdiri sendiri di balik meja birokrasi. Ia hidup di laboratorium, ruang kelas, dan di rumah-rumah warga. Kebijakan telah menemukan pijakan ilmiahnya, memastikan setiap langkah pembangunan meninggalkan jejak pengetahuan yang nyata bagi masa depan bangsa.

Penulis : Fery Eka

Berita Terkait

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan
Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026
Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Warga Desa Tamansari melakukan Audensi Pasca Konflik Sengketa Lahan

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

Rabu, 22 April 2026 - 10:17 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:17 WIB