Pati Gempar! Bupati Sudewo Terjaring OTT KPK Bersama Camat dan Kepala Desa

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

KABUPATEN PATI, Realitapublik.id — Setelah sempat lolos dari berbagai hantaman politik dan tuntutan pemakzulan melalui hak angket, langkah Bupati Pati, Sudewo, akhirnya terhenti di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga anti-rasuah tersebut menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026), yang ikut menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

 

Penangkapan ini menjadi puncak dari berbagai rentetan kontroversi kepemimpinannya, termasuk protes keras warga terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara sepihak yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Polemik Kenaikan Pendapatan DPRD Kota Pasuruan Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Empati Elite Politik

 

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa total ada delapan orang yang terjaring dalam operasi senyap tersebut. Seluruh pihak yang diamankan telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa pagi (20/1/2026) pukul 10.34 WIB.

 

Daftar pihak yang terjaring OTT:

1 orang Kepala Daerah (Bupati Pati, Sudewo).

2 orang Camat.

Baca Juga :  Re-LUN Desak Penataan Total Manajemen dan Usut Transparansi Proyek di Internal PLN

3 orang Kepala Desa.

2 orang calon perangkat desa.

 

Setibanya di Gedung KPK, Sudewo yang mengenakan kemeja putih dibalut jaket hitam tampak bungkam saat dicecar pertanyaan oleh awak media. Ia hanya memberikan gestur salam sebelum digiring masuk ke area lobi utama oleh penyidik.

 

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik. Kami akan segera menentukan status hukum para pihak dalam waktu 1×24 jam sejak penangkapan,” ujar Budi Prasetyo di hadapan awak media.

Baca Juga :  Buka FH Volleyball Talent Hunt U-18 Cup, Firdaus Hasbullah Ajak Atlet Muda PALI 'Gas Jadi Bintang'

 

Meski belum merinci detail kasusnya, keterlibatan camat, kepala desa, dan calon perangkat desa dalam satu rangkaian OTT memicu dugaan kuat adanya praktik jual beli jabatan atau setoran proyek di tingkat desa dan kecamatan.

 

KPK dijadwalkan akan menggelar konferensi pers resmi pada Selasa sore (20/1/2026) untuk memaparkan konstruksi perkara, barang bukti yang disita, serta status hukum dari masing-masing pihak.

Penulis : Fery Eka S

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru