UNGARAN, Realitapublik.id — Pemandangan berbeda terlihat di SMA Negeri 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (03/02/2026). Suasana pagi yang biasanya bising dan berpolusi akibat ratusan motor, mendadak sunyi dan segar. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga murid, kompak menjalankan program “Sekolah Sehari Bebas Asap Kendaraan”.
Aksi ini mewajibkan seluruh warga sekolah untuk meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan memilih alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Kepala SMAN 1 Tengaran, Tri Ajar Suprapto Al Kusworo, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata sekolah dalam melestarikan lingkungan. Dengan jumlah total 1.245 murid dan 90 guru, sekitar 60% di antaranya tercatat menggunakan kendaraan pribadi setiap hari.
“Tujuannya jelas, yakni mengurangi polusi udara. Selain itu, ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan parkir sekolah yang selama ini tidak mampu menampung seluruh kendaraan hingga harus meluber ke rumah-rumah warga,” jelas Ajar.
Dalam pelaksanaannya, warga sekolah yang domisilinya dekat memilih untuk jalan kaki, sementara yang rumahnya jauh diarahkan menggunakan angkutan umum atau diantar oleh orang tua dengan sistem drop-off di luar gerbang sekolah.
Program ini sebenarnya bukan hal baru. SMAN 1 Tengaran yang menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional telah memulai inisiatif ini sejak tahun 2025 secara berkala.
“Awalnya memang ada pro dan kontra, namun setelah sosialisasi intensif, responnya justru sangat positif. Selain pengurangan polusi asap, kami juga memiliki program mandiri dalam pengolahan sampah dan pengelolaan pengairan,” tambahnya.
Meskipun harus berangkat lebih awal, para siswa mengaku senang karena udara di lingkungan sekolah terasa jauh lebih segar dan bersih. Menariknya, program ini tidak mengganggu kedisiplinan; para siswa justru datang tepat waktu karena persiapan yang lebih matang.
Dukungan serupa datang dari orang tua siswa. Ibu Sofi, salah satu wali murid yang rutin mengantar anaknya, memuji langkah berani sekolah tersebut. “Program ini sangat bagus untuk kesehatan anak-anak. Udara jadi segar dan lingkungan sekolah jadi lebih tenang. Kami sebagai orang tua sangat mendukung jika ini rutin dilakukan,” ungkapnya.
Aksi nyata SMAN 1 Tengaran ini kini menuai banyak pujian dari masyarakat luas dan dinilai layak menjadi proyek percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim sejak dini.
Penulis : Fery Eka







