SEMARANG, Realitapublik.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah untuk Senin, 2 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan rilis resmi, prakiraan cuaca ini berlaku mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB. Kondisi atmosfer menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas beragam yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah titik strategis.
Hasil pengamatan pukul 05.00 WIB di Kota Semarang menunjukkan suhu udara berada di angka 26,4°C dengan kelembapan tinggi mencapai 94%. Sepanjang hari, suhu diperkirakan akan berfluktuasi antara 18°C hingga 32°C dengan angin dominan dari arah Barat ke Utara berkecepatan 10-25 km/jam.
BMKG membagi peringatan cuaca ke dalam dua kategori berdasarkan intensitas curah hujan:
1. Wilayah Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
(Disertai petir dan angin kencang, terutama di pegunungan, dataran tinggi, dan Pantura barat-tengah)
Cilacap & Banyumas
Banjarnegara & Wonosobo
Boyolali, Karanganyar, & Sragen
Kendal, Batang, & Pekalongan
Tegal, Brebes, & Magelang
2. Wilayah Potensi Hujan Ringan hingga Sedang
Kebumen & Purworejo
Sukoharjo & Surakarta
Grobogan, Blora, Rembang, & Pati
Kudus, Jepara, Demak, & Semarang
Imbauan Keselamatan dan Gelombang Laut
Pemerintah mengimbau warga untuk mewaspadai dampak langsung cuaca ekstrem seperti:
Banjir dan Genangan Air di wilayah dataran rendah dan perkotaan.
Tanah Longsor di wilayah lereng pegunungan.
Pohon Tumbang akibat angin kencang dan puting beliung.
Bagi sektor perikanan dan pelayaran, kondisi gelombang laut diprakirakan cukup tenang di perairan Utara (0,2 – 1,25 meter), namun tetap waspada di perairan Selatan dengan ketinggian gelombang mencapai 1,25 – 2,5 meter.
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum merencanakan aktivitas di luar ruangan, terutama bagi para pengendara yang melintasi jalur pegunungan di sore hingga malam hari.
Penulis : Fery Eka spt







