Instruksi Presiden Prabowo: Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Batal Naik 1 April!

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

SEMARANG, realitapublik.id – Di tengah lonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 USD per barel akibat blokade Selat Hormuz oleh otoritas Iran, Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis. Melalui instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, pemerintah resmi membatalkan rencana penyesuaian harga BBM yang sempat santer diisukan bakal naik per 1 April 2026.

 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan langsung kepastian tersebut guna meredam keresahan masyarakat terkait isu kenaikan harga energi di tengah krisis geopolitik Timur Tengah.

Baca Juga :  Diduga Berhalusinasi Usai Nyabu, Seorang Ayah Tega Tusuk Anak Kandung Berkali-kali

 

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi ketat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina. Arahan Presiden Prabowo sangat jelas: stabilitas ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas utama.

 

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam mengambil setiap keputusan. Oleh karena itu, pemerintah memastikan bahwa belum ada rencana penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat ini,” ujar Prasetyo Hadi, Selasa (31/03/2026).

Baca Juga :  LPG Nonsubsidi Naik Drastis 18%: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Tabung 12 Kg Kini Rp 228 Ribu

 

Lebih lanjut, Mensesneg menjelaskan bahwa Pertamina telah menyatakan komitmennya untuk tidak menaikkan harga, baik untuk kategori subsidi maupun non-subsidi. Selain harga yang tetap, pemerintah juga menjamin ketersediaan stok BBM nasional dalam kondisi aman terkendali.

 

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik atau resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Harga tidak mengalami penyesuaian,” tambahnya.

 

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat memberikan sinyal adanya penyesuaian harga untuk BBM industri atau Non-Subsidi beroktane tinggi (RON 95 ke atas) per 1 April. Namun, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perubahan pada kategori tersebut memang mengikuti mekanisme pasar minyak mentah dunia, namun untuk kebutuhan masyarakat luas, pemerintah memilih untuk menjaga stabilitas.

Baca Juga :  "Kawat Cuci Piring" dalam Menu MBG: Bukti Bobroknya Pengawasan dan Ancaman Nyawa Balita

 

Langkah pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM ini patut diapresiasi sebagai upaya menjaga roda perekonomian nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global yang tengah terjadi saat ini.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Diduga Berhalusinasi Usai Nyabu, Seorang Ayah Tega Tusuk Anak Kandung Berkali-kali
Dua Kali Mangkir, Mantan Gubernur Lampung Arinal Djuandi Resmi Ditahan Kejati
Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet Ke-5, Lantik 6 Pejabat Baru di Istana Negara
Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara
“Kawat Cuci Piring” dalam Menu MBG: Bukti Bobroknya Pengawasan dan Ancaman Nyawa Balita
LPG Nonsubsidi Naik Drastis 18%: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Tabung 12 Kg Kini Rp 228 Ribu
Dalih Efisiensi Anggaran, Nyawa 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran Diabaikan
LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:10 WIB

Diduga Berhalusinasi Usai Nyabu, Seorang Ayah Tega Tusuk Anak Kandung Berkali-kali

Selasa, 28 April 2026 - 22:34 WIB

Dua Kali Mangkir, Mantan Gubernur Lampung Arinal Djuandi Resmi Ditahan Kejati

Selasa, 28 April 2026 - 09:14 WIB

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet Ke-5, Lantik 6 Pejabat Baru di Istana Negara

Jumat, 24 April 2026 - 09:55 WIB

Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara

Kamis, 23 April 2026 - 11:30 WIB

“Kawat Cuci Piring” dalam Menu MBG: Bukti Bobroknya Pengawasan dan Ancaman Nyawa Balita

Senin, 20 April 2026 - 13:04 WIB

LPG Nonsubsidi Naik Drastis 18%: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Tabung 12 Kg Kini Rp 228 Ribu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Dalih Efisiensi Anggaran, Nyawa 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran Diabaikan

Sabtu, 11 April 2026 - 15:23 WIB

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

Berita Terbaru