KOTA PASURUAN realitapublik.id – Kemeriahan luar biasa mewarnai malam pergantian tahun baru Islam di Kota Pasuruan. Ribuan warga Kelurahan Sebani tumpah ruah memadati jalanan untuk mengikuti pawai obor massal dalam rangka menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah pada Senin (15/6/2026) malam usai salat Isya.
Aksi turun ke jalan yang diikuti oleh seluruh elemen masyarakat dari generasi tua hingga anak-anak balita ini dipusatkan di Lapangan Sebani sebagai titik kumpul utama. Massa kemudian berjalan kaki mengelilingi rute pemukiman mulai dari RT 1 hingga RT 6 di wilayah Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Suasana malam pergantian tahun pun terasa sangat semarak dengan pendaran cahaya dari ratusan obor bambu tradisional.

Kemeriahan pawai obor tahun ini kian lengkap dengan hadirnya berbagai suguhan hiburan rakyat. Tidak hanya membawa obor, rombongan konvoi juga dimeriahkan oleh penampilan atraksi drumband, deretan truk yang membawa pengeras suara (sound system aktif), hingga kendaraan Tossa yang dihias sedemikian rupa untuk menyedot perhatian warga di sepanjang rute yang dilalui.
Lurah Sebani, Dedy, mengaku sangat bangga dan mengapresiasi antusiasme yang luar biasa dari warganya dalam menyambut Bulan Muharram tahun ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Yang jelas, saya di sini cuma satu: melestarikan kearifan lokal. Apa? Oncoran (pawai obor) 1 Muharram, jangan sampai hilang! Yang kedua, ini merupakan budaya ketimuran kita, jangan sampai dihilangkan. Ayo sama-sama dilestarikan,” ujar Dedy di hadapan ribuan warga yang langsung disambut sorak sorai setuju.
Dedy menambahkan bahwa kekompakan dan persatuan warga menjadi kunci utama dalam menyukseskan kegiatan ini, terlebih acara sebesar ini mampu dikemas dengan sangat meriah meski menggunakan anggaran yang terbatas.
“Mari kita jalin kekompakan, kita jalin kerja sama. Kita sak duluran sak lawase (bersaudara selamanya) untuk Sebani! Saya selaku lurah berterima kasih banyak atas partisipasi Anda sekalian. Kita dengan dana seadanya tapi bisa meriah, semeriah-meriahnya untuk Sebani,” imbuhnya.
Menjelang akhir acara, kegiatan keagamaan ini ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh pemuda setempat, Zainul Jidoor. Dalam doa penutupnya, ia menyampaikan sejumlah pesan moral dan harapan terbaik bagi seluruh umat Islam, khususnya bagi seluruh warga Kelurahan Sebani pada momentum 1 Muharram ini, yang mencakup tiga hal inti:

* Hijrah Hati: Menanamkan niat kuat untuk meninggalkan segala kebiasaan buruk di tahun lalu serta memulai lembaran hidup yang bersih melalui perubahan-perubahan kecil yang positif, seperti meningkatkan kesabaran dan memperbaiki kualitas ibadah salat.
* Keberkahan dan Ampunan: Memohon kepada Allah SWT agar menghapuskan dosa-dosa selama setahun yang lalu, serta menggantinya dengan kelimpahan rezeki, kesehatan, dan ketenangan jiwa di tahun baru Hijriah.
* Petunjuk yang Jelas: Memanjatkan doa agar langkah kehidupan di tahun yang baru ini senantiasa dibimbing di jalan yang lurus serta dapat memberikan manfaat yang luas, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Acara kemudian diakhiri dengan pelafalan doa keselamatan yang kerap dibaca oleh para ulama: “Allahumma ajirna minannar, wa adkhilnal jannah ma’al abrar” (Ya Allah, lindungi kami dari siksa api neraka, dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat kebaikan).
Puncak kemeriahan malam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kelurahan Sebani ini ditutup dengan aksi penyalaan kembang api. Letupan cahaya kembang api beraneka warna tampak sukses menghiasi langit malam dan menutup seluruh rangkaian acara dengan penuh keindahan.
Penulis : Indri
Editor : Chu






