Dinkes dan Kiai Situbondo Kupas Manfaat Khitan dari Sisi Medis hingga Spiritual

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kegiatan Khitanan Massal Gratis di Pendopo Rakyat Situbondo, pada Senin (6/7/2026)

 

SITUBONDO, realitapublik.id— Khitan atau sunat memiliki korelasi kuat antara pemenuhan syariat agama dengan menjaga kualitas kesehatan tubuh. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo, S.KM., M.Kes., bersama Kiai Herman Felani.

Kadinkes Situbondo, Dwi Herman Susilo, menjelaskan bahwa secara medis khitan merupakan prosedur pembuangan kulup yang menutupi ujung penis. Tindakan ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan reproduksi pria.

“Manfaat kesehatannya sangat nyata, mulai dari mempermudah menjaga kebersihan organ intim, mencegah risiko infeksi saluran kemih (ISK), hingga menurunkan potensi penularan penyakit menular seksual seperti HIV dan HPV,” ujar Dwi pada Selasa (7/7/2026).

Selaras dengan pandangan medis dari Kadinkes Situbondo, Kiai Herman Felani memaparkan bahwa dalam Islam, khitan merupakan bagian dari syiar agama dan pelaksanaan sunnah fitrah yang berfungsi sebagai pembersih diri sekaligus bukti ketaatan kepada Allah SWT.

Baca Juga :  SDIT Madani Tubaba Wakili Lampung di Ajang Marching Band Tingkat Nasional

Dari aspek ibadah atau bersuci (thaharah), pembuangan kulup membuat area intim menjadi lebih mudah dibersihkan dari najis, seperti sisa urine. “Hal ini menjadi krusial mengingat kesucian tubuh dan pakaian merupakan syarat sahnya ibadah salat,” papar Kiai yang menjabat sebagai Ketua MWC-NU Jatibanteng ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa khitan meneladani jejak Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW serta menjadi simbol identitas seorang Muslim. Berdasarkan sejarah Islam, Nabi Ibrahim AS adalah manusia pertama yang diperintahkan berkhitan. Hal ini bersandar pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

Baca Juga :  Jelang Sertijab Kapolres Tubaba, Tim Verifikasi Itwasda Polda Lampung Periksa Administrasi dan Anggaran

عن أبي هريرة عن النّبي – صلى الله عليه وسلم – قال: “كان ‌إبراهيم ‌أوّل ‌من ‌اختتن وهو ابن عشرين ومائة سنة، اختتن بالقدوم، ثم عاش بعد ذلك ثمانين سنة”

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda: Orang yang pertama kali berkhitan adalah Ibrahim AS. Ketika itu ia berusia 120 tahun di daerah yang bernama Qudum, kemudian setelahnya ia hidup selama 80 tahun.” (HR. Al-Baihaqi).

“Dalam riwayat lain yang disampaikan Imam Bukhari lewat jalur sanad berbeda, dijelaskan pula bahwa Nabi Ibrahim AS berkhitan ketika berusia 80 tahun,” pungkasnya.

Edukasi mengenai pentingnya khitan ini bertepatan dengan program khitanan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinkes Situbondo.

Baca Juga :  Menentukan Pemimpin Baru Selomukti, Peserta Musdes Pilkades PAW Salurkan Hak Suara

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo tersebut telah resmi dibuka di Pendopo Rakyat Situbondo pada Senin (6/7/2026) dan kini memasuki hari kedua pelaksanaan (Selasa, 7 Juli 2026).

Program sosial untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga ini ditargetkan menyasar 1.000 anak dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juli 2026.

Guna memperluas jangkauan dan meringankan beban ekonomi masyarakat, Pemkab Situbondo membagi pusat layanan kesehatan ini selain di Pendopo Rakyat, juga dipusatkan di dua lokasi lain yakni Balai Desa Jangkar untuk wilayah timur dan Pendopo Pate Alos untuk wilayah barat. Langkah ini diambil agar akses layanan khitan lebih terjangkau bagi warga di berbagai pelosok.(*)

Penulis : Abdul Hakim

Berita Terkait

Polres Pasuruan Amankan Tiga Tersangka Kasus Pencurian Sapi di Tutur
Ikuti Bimteknas di Museum SBY, Ketua DPRD Tubaba Busroni Tegaskan Wakil Rakyat Harus Nyata Bekerja untuk Masyarakat
Polres Tulang Bawang Barat Gelar Anev Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat
Polsek Bunga Mayang Selesaikan Perselisihan Warga Melalui Rembuk Pekon
Hasil Autopsi Keluar, Misteri Kematian Pemuda di Pekalongan Dipastikan Korban Pembunuhan
Pemuda 20 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Polsek Karangdadap Selidiki Penyebabnya
Gandeng Pengemudi Ojol, Satlantas Polres Lampung Utara Gencarkan Edukasi Kamseltibcar Lantas
Jelang Sertijab Kapolres Tubaba, Tim Verifikasi Itwasda Polda Lampung Periksa Administrasi dan Anggaran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:13 WIB

Dinkes dan Kiai Situbondo Kupas Manfaat Khitan dari Sisi Medis hingga Spiritual

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:23 WIB

Polres Pasuruan Amankan Tiga Tersangka Kasus Pencurian Sapi di Tutur

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:11 WIB

Ikuti Bimteknas di Museum SBY, Ketua DPRD Tubaba Busroni Tegaskan Wakil Rakyat Harus Nyata Bekerja untuk Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 21:04 WIB

Polres Tulang Bawang Barat Gelar Anev Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 20:08 WIB

Hasil Autopsi Keluar, Misteri Kematian Pemuda di Pekalongan Dipastikan Korban Pembunuhan

Senin, 6 Juli 2026 - 12:06 WIB

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Polsek Karangdadap Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:48 WIB

Gandeng Pengemudi Ojol, Satlantas Polres Lampung Utara Gencarkan Edukasi Kamseltibcar Lantas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:35 WIB

Jelang Sertijab Kapolres Tubaba, Tim Verifikasi Itwasda Polda Lampung Periksa Administrasi dan Anggaran

Berita Terbaru