Jaga Status Lumbung Pangan, Bupati Indramayu Proteksi LP2B dan Siapkan Solusi Modernisasi Buruh Tani

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, realitapublik.id – Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen penuh mempercepat modernisasi sektor pertanian demi memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini diimbangi dengan kebijakan proteksi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak beralih fungsi, serta penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal menghadapi transisi teknologi.

Upaya strategis tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Combine Harvester yang digelar oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Jawa Barat [Context]. Kegiatan ini berlangsung pada 6–8 Juli 2026 di UPTD Balai Pembenihan dan Pembibitan Hortikultura, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut diapresiasi Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Menurutnya, posisi Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama.

Baca Juga :  Protes "Jalur Maut" Jembatan Bukwedi, GM-FKPPI dan Warga Tutup Jalan Gelar Istighosah

 

Oleh karena itu, kata Bupati Lucky Hakim, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya melindungi keberadaan lahan pertanian melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak beralih fungsi.

Bupati Lucky Hakim juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi modernisasi pertanian. Kehadiran combine harvester dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas panen, meskipun di sisi lain masih menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat yang selama ini menggantungkan pekerjaan pada sistem panen konvensional.

“Kita tidak bisa menahan modernisasi. Yang harus dilakukan adalah menyiapkan solusi dan membuka peluang baru agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi pertanian,” ujarnya.

Bupati Lucky menegaskan, keberhasilan modernisasi pertanian membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat. Oleh karena itu, pintanya, peserta bimtek diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan nantinya berbagi pengetahuan kepada masyarakat lainnya.

Baca Juga :  Tersebar di 5 Provinsi, Ini 9 Pesantren Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU

“Semangat dan fokus dalam mengikuti pelatihan. Jaga keselamatan saat mengoperasikan alat, serta bersama-sama menjaga sektor pertanian dari berbagai aspek agar Indramayu tetap menjadi lumbung pangan nasional dan masyarakatnya semakin makmur dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBPMP Jawa Barat Kementerian Pertanian, Dr. Detia Tri Yunandar, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang khusus untuk memenuhi tingginya kebutuhan operator alat dan mesin pertanian (alsintan) di Indramayu.

Sebagai daerah dengan potensi lahan padi terluas di Jawa Barat—memiliki luas panen mencapai sekitar 126 ribu hektare—Indramayu membutuhkan banyak tenaga terampil [Context]. Saat ini, tercatat ada sekitar 70 unit combine harvester bantuan pemerintah dan 100 unit milik mandiri masyarakat yang aktif beroperasi di lapangan.

Baca Juga :  Sengketa Lahan di Curah Dukuh Memanas: Kuasa Hukum Tuding Pemerintah Mati Suri dan Desak Bongkar Peran 'Tim 9'

“Pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu [Context]. Materi yang diberikan mencakup tata cara pengoperasian mesin secara aman hingga pemeliharaan ringan alat,” jelas Detia.

Melalui program sinergis ini, Kementan dan Pemkab Indramayu berharap dapat mencetak operator combine harvester yang andal [Context]. Kehadiran mereka diharapkan mampu mempercepat proses panen, menekan angka kerugian hasil tani (loss), sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pekerja sektor agraris di Indramayu.(*)

Penulis : Ros

Editor : Red

Berita Terkait

Tersebar di 5 Provinsi, Ini 9 Pesantren Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU
Sengketa Lahan di Curah Dukuh Memanas: Kuasa Hukum Tuding Pemerintah Mati Suri dan Desak Bongkar Peran ‘Tim 9’
Di Permata CAI Jombang, Wapres Gibran Ingatkan Pemuda Kuasai Jiwa Entrepreneurship
Baru Sehari Menjabat Lagi, Dirut PLN Tuding Krisis Batubara Jadi Penyebab Pemadaman di Jawa
Protes “Jalur Maut” Jembatan Bukwedi, GM-FKPPI dan Warga Tutup Jalan Gelar Istighosah
Maklumat PBNU: Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dimulai pada Rabu 17 Juni 2026
Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta
Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:13 WIB

Jaga Status Lumbung Pangan, Bupati Indramayu Proteksi LP2B dan Siapkan Solusi Modernisasi Buruh Tani

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:37 WIB

Tersebar di 5 Provinsi, Ini 9 Pesantren Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:55 WIB

Sengketa Lahan di Curah Dukuh Memanas: Kuasa Hukum Tuding Pemerintah Mati Suri dan Desak Bongkar Peran ‘Tim 9’

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:26 WIB

Di Permata CAI Jombang, Wapres Gibran Ingatkan Pemuda Kuasai Jiwa Entrepreneurship

Senin, 22 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baru Sehari Menjabat Lagi, Dirut PLN Tuding Krisis Batubara Jadi Penyebab Pemadaman di Jawa

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:48 WIB

Protes “Jalur Maut” Jembatan Bukwedi, GM-FKPPI dan Warga Tutup Jalan Gelar Istighosah

Senin, 15 Juni 2026 - 21:08 WIB

Maklumat PBNU: Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dimulai pada Rabu 17 Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:14 WIB

Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta

Berita Terbaru