REALITAPUBLIK.ID — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi membentuk Tim Survei untuk mematangkan persiapan menjelang gelaran Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan pada 1–5 Agustus 2026. Tim ini bertugas memverifikasi kelayakan sembilan pondok pesantren di lima provinsi yang menjadi kandidat kuat tuan rumah.
Langkah ini merupakan rekomendasi resmi hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20–22 Juni 2026 lalu.
Rincian Agenda Survei
- Jadwal Lapangan: Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026.
- Pimpinan Tim: Dipimpin langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU, Kiai Ahmad Said Asrori, bersama Sekretaris SC, Prof. Dr. Muhammad Nuh.
- Fokus Penilaian: Memverifikasi kelayakan sarana fisik, kesiapan infrastruktur, kapasitas akomodasi, serta aspek keamanan dan spiritual.
Daftar 9 Pesantren Kandidat Tuan Rumah
Berdasarkan data resmi PBNU, berikut adalah sembilan pesantren yang masuk dalam radar peninjauan tim teknis:
1. Sumatra Barat: Pondok Pesantren Syekh Al-Falah (Padang).
2. DKI Jakarta: Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman.
3. Jawa Barat: Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek (Cirebon).
4. Jawa Timur: Pondok Pesantren Lirboyo (Kediri).
5. Nusa Tenggara Barat (NTB): Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu (Lombok).
Selain sembilan titik utama tersebut, tim juga menjadwalkan kunjungan khusus ke Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur. Lokasi ini dibidik secara spesifik sebagai opsi tempat upacara pembukaan muktamar.
Target Keputusan Final
Wakil Ketua Umum PBNU, H. Amin Said Husni, menjelaskan bahwa seluruh hasil peninjauan lapangan akan langsung dilaporkan dalam Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU pada Selasa, 7 Juli 2026.
“Insyaallah, pada Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah tanggal 7 Juli itu sudah bisa diputuskan mengenai lokasi Muktamar yang final,” ujar Amin Said Husni melalui rilis resmi PBNU di Portal NU Online. Pertemuan tersebut juga akan memfinalisasi materi pembahasan muktamar serta mematangkan Daftar Peserta Tetap (DPT) yang ditargetkan rampung pertengahan Juli 2026.(*)
Penulis : Tim/red







