PASURUAN, realitapublik.id — Pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Poncol, Kota Pasuruan, mendadak ricuh pada Rabu (19/08/2026) pagi. Insiden ini dipicu oleh kekecewaan seorang warga berinisial H terhadap sikap oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang dinilai tidak profesional saat mengurus dokumen kependudukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, ketegangan bermula di tengah jam aktif pelayanan publik. H, yang merasa geram akibat respons oknum petugas pria yang dinilai tidak santun, terlibat cekcok hingga berujung kontak fisik ringan. Situasi kian memanas ketika sejumlah pegawai lain bergerak menggeruduk dan mengusir H keluar dari area pelayanan MPP.
Insiden ini memantik sorotan tajam publik terkait etika dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan fungsi pelayanan masyarakat. Praktik yang terjadi di lapangan dinilai berbanding terbalik dengan semangat reformasi birokrasi, di mana oknum petugas terkesan bersikap arogan ketimbang mengayomi.
Padahal, standar pelayanan publik telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Selain itu, UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menempatkan nilai “Berorientasi Pelayanan” sebagai salah satu core values dan kode etik utama yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap ASN.
Kritik keras pun berdatangan dari warga. Masyarakat menegaskan bahwa ASN dibiayai oleh uang rakyat melalui pajak, sehingga sudah sepatutnya memberikan layanan yang humanis, cepat, dan santun, bukan justru mengedepankan sikap emosional maupun intimidatif.
Atas kejadian tersebut, publik mendesak Kepala Disdukcapil Kota Pasuruan bersama pimpinan daerah untuk segera mengambil tindakan tegas. Evaluasi menyeluruh dan klarifikasi secara terbuka sangat diperlukan agar jargon pelayanan prima tidak sekadar menjadi slogan hiasan di dinding kantor.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Disdukcapil Kota Pasuruan belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap maupun langkah penanganan internal terkait insiden kericuhan tersebut. (Chu)






