Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Realitapublik.id – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda memicu sebaran abu vulkanik hingga ke wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat pada Minggu (06/09/2026). Warga di sejumlah wilayah Kota Depok, seperti Cinere, Tapos, dan Sawangan, melaporkan adanya lapisan debu halus yang menempel pada kendaraan dan barang-barang di luar ruangan.

 

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), abu vulkanik bergerak dari arah timur laut hingga selatan, mencakup DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat.

 

Menanggapi fenomena ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) telah bersiaga. Pemerintah Daerah Kota Depok dan Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah mitigasi berikut:

Baca Juga :  FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026
Dokumen beredar ) Realita Publik)

1. Proteksi Diri: Gunakan masker yang menutupi hidung dan mulut serta kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah.

Kelompok Rentan: Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma atau gangguan pernapasan disarankan membatasi kegiatan luar ruangan.

2. Kebersihan Rumah: Tutup jendela, pintu, dan saluran ventilasi. Basahi halaman atau kendaraan sebelum dibersihkan agar debu tidak beterbangan.

3. Konsumsi Aman: Pastikan sumber air minum dan makanan selalu dalam kondisi tertutup.

4. Layanan Kesehatan: Segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami sesak napas atau iritasi mata.

Baca Juga :  Bakar Sampah Berujung Kebakaran, Rumah Warga Kutorejo Pandaan Nyaris Ludes

 

Pemerintah meminta warga untuk tidak mendekati radius bahaya 5 kilometer dari pusat erupsi dan terus memantau informasi resmi dari BMKG serta Badan Geologi.

 

Selain itu, di balik ancaman erupsinya, gunung api yang pernah memicu letusan dahsyat dan tsunami pada tahun 1883 ini menyimpan berbagai kisah mistis yang berkembang di masyarakat local:

– Ramalan Kitab Raja Purwa: Pujangga Surakarta, Raden Ngabehi Ronggowarsito, menuliskan gambaran bencana guncangan besar dan badai yang kerap dikaitkan dengan erupsi dahsyat Krakatau.

– Suara Gaib: Sejumlah kisah menyebutkan kerap terdengarnya suara misterius dari pulau tak berpenghuni tersebut, mulai dari jeritan, riuh keramaian mirip pasar, hingga alunan instrumen gamelan.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing Pariwisata, PJPH dan PHRI Lampung Sinergi Percepat Sertifikasi Halal

– Legenda Patih Gajah Putih: Cerita rakyat mengisahkan pertarungan 40 hari antara Pangeran Purbaya dan Patih Gajah Putih. Kapal sang patih dikisahkan tenggelam di Selat Sunda dan menjadi asal-usul munculnya Gunung Krakatau.

– Mitos Kotak Pandora: Legenda lokal menceritakan pertempuran antara Kerajaan Karkata dan Dukun Kepiting berebut kotak gaib yang akhirnya memicu letusan gunung.

– Penampakan Makhluk Aneh: Meski area konservasi ini hanya dihuni fauna kecil seperti burung dan serangga, beberapa pengunjung mengaku pernah melihat penampakan kadal raksasa dan burung berukuran tak lazim.

Penulis : Herman Rajawali

Editor : Chu

Berita Terkait

Pemkot Malang Eksekusi Paksa 13 Warung Liar Di RTH Buring, Buntut Pengelolaan “Warung Remang Remang” Yang Lepas Kontrol
Jaga Mutu Pembangunan, Pemkab Batang Aktifkan Kembali Program UHC pada Akhir 2026
Adian Napitupulu Tegaskan Tolak Kekerasan Terkait Konflik Agraria di Desa Sukajaya
FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026
Pakasa Malang Raya Hadiri Mangayubagya Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV, Teguhkan Komitmen Nguri-uri Kabudayan Jawa
Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api
Dinkes Tulang Bawang Barat Gelar Skrining TBC Terintegrasi di Tiyuh Marga Asri
Manfaatkan Pintu Belakang Tak Dikunci, Maling Motor dan Uang Rp3,2 Juta di PALI Diringkus Polisi
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:46 WIB

Pemkot Malang Eksekusi Paksa 13 Warung Liar Di RTH Buring, Buntut Pengelolaan “Warung Remang Remang” Yang Lepas Kontrol

Senin, 7 September 2026 - 13:35 WIB

Jaga Mutu Pembangunan, Pemkab Batang Aktifkan Kembali Program UHC pada Akhir 2026

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Adian Napitupulu Tegaskan Tolak Kekerasan Terkait Konflik Agraria di Desa Sukajaya

Minggu, 6 September 2026 - 16:59 WIB

FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026

Minggu, 6 September 2026 - 14:07 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

Minggu, 6 September 2026 - 02:52 WIB

Pakasa Malang Raya Hadiri Mangayubagya Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV, Teguhkan Komitmen Nguri-uri Kabudayan Jawa

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api

Sabtu, 5 September 2026 - 09:12 WIB

Dinkes Tulang Bawang Barat Gelar Skrining TBC Terintegrasi di Tiyuh Marga Asri

Berita Terbaru