Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

MAMASA realitapublik.id — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (3/9/2026). Kobaran api menghanguskan area seluas kurang lebih lima hektare yang terdiri dari kebun milik warga serta vegetasi hutan non-produktif di sekitar bahu Jalan Poros Polewali–Mamasa.

 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga warga setempat dilaporkan mengalami kerugian setelah sejumlah tanaman di kebun mereka ikut terbakar.

 

Kebakaran pertama kali diketahui oleh anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA. Saat melintas di lokasi, ia melihat kobaran api dan segera melakukan pemadaman awal bersama tim.

 

Upaya tersebut membuahkan hasil dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WITA. Namun, sisa bara yang masih terdapat di lokasi kembali memicu kebakaran setelah ditiup angin kencang.

Baca Juga :  Diduga Cemari Lingkungan dan Gunakan Aset KUD, Pabrik Plastik di Purwosari Dilaporkan ke Polres Pasuruan

 

Sekitar pukul 11.10 WITA, warga kembali melaporkan bahwa api mulai membesar dan merambat ke area lainnya. Menyikapi laporan tersebut, Damkar Sumarorong bersama personel Polsek Sumarorong dan Koramil Sumarorong langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

 

Penanganan kemudian diperkuat dengan kedatangan satu unit Damkar Polres Mamasa pada pukul 13.30 WITA. Tidak lama berselang, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa turut bergabung dalam upaya penanganan.

 

Melalui kerja sama lintas instansi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WITA.

 

Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio, S.Tr.K., M.H., menjelaskan kondisi cuaca panas, semak belukar yang mengering, serta hembusan angin kencang menjadi faktor yang menyebabkan api dengan cepat meluas.

Baca Juga :  Aktivitas Gunung Merapi Meningkat: Semburkan Lava Pijar Hingga 2 Km ke Arah Sungai Krasak

 

Selain itu, medan lokasi yang cukup sulit dijangkau serta keterbatasan panjang selang pemadam sempat menjadi kendala bagi petugas dalam menjinakkan api.

 

Akibat kebakaran tersebut, kebun milik tiga warga turut terdampak. Sejumlah tanaman seperti alpukat, durian, dan nanas dilaporkan hangus dilalap api.

 

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, api dapat dipicu oleh kelalaian manusia, termasuk kemungkinan adanya pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

 

Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Ambil 5 Langkah Taktis Tangani Karhutla di Kalimantan

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Hindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” ujar AKBP Ariantony.

 

Ia menegaskan, upaya pencegahan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan menjadi langkah penting dalam melindungi lingkungan, kawasan hutan, serta kebun dan permukiman warga dari ancaman kebakaran.

 

“Kami berharap masyarakat semakin peduli dan meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Diduga Cemari Lingkungan dan Gunakan Aset KUD, Pabrik Plastik di Purwosari Dilaporkan ke Polres Pasuruan
Praperadilan Kasus Kekerasan Seksual Padepokan Padang Ati Ditolak, PN Tegaskan Penetapan Tersangka Sah
Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit
Usai Ditetapkan Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031
Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar ke Sungai Sat dan Sungai Putih, Jarak Luncur Capai 1,8 Km
Tuntut Keadilan Hak Asuh Anak, Gabungan LSM LIRA dan LPA Demo Pengadilan Tinggi Surabaya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api

Kamis, 3 September 2026 - 10:22 WIB

Diduga Cemari Lingkungan dan Gunakan Aset KUD, Pabrik Plastik di Purwosari Dilaporkan ke Polres Pasuruan

Kamis, 3 September 2026 - 10:09 WIB

Kamis, 3 September 2026 - 04:44 WIB

Praperadilan Kasus Kekerasan Seksual Padepokan Padang Ati Ditolak, PN Tegaskan Penetapan Tersangka Sah

Rabu, 2 September 2026 - 07:09 WIB

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

Selasa, 1 September 2026 - 08:10 WIB

Usai Ditetapkan Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah

Selasa, 1 September 2026 - 07:41 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar ke Sungai Sat dan Sungai Putih, Jarak Luncur Capai 1,8 Km

Berita Terbaru