Gunung Merapi Muntahkan 17 Kali Lava Pijar hingga Sejauh 2 Km, Status Masih Siaga

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

YOGYAKARTA, realitapublik.id — Aktivitas vulkanologi Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama 24 jam pada Minggu (13/9/2026), terekam 17 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak gunung. Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga).

Tim penyusun laporan pemantauan BPPTKG, Suratno dan Yulianto, mengungkapkan bahwa guguran lava mengarah ke sektor barat daya dengan jarak jangkau maksimum hingga 2.000 meter (2 km), melintasi alur Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Krasak.

Baca Juga :  RSUD Ryacudu Kotabumi Diguncang Kebakaran, Api Membumbung Tinggi Bikin Warga Panik

“Potensi bahaya dari guguran lava ini sangat tinggi. Data pemantauan memastikan suplai magma di dalam perut gunung masih terus berlangsung,” ujar Yulianto dalam laporan resminya, Senin (14/9/2026).

Aktivitas kegempaan Gunung Merapi didominasi oleh gempa guguran yang mencapai 88 kali dengan amplitudo 2–41 mm. Selain itu, terdeteksi 59 kali gempa Hybrid/Fase Banyak serta 1 kali gempa Tektonik Jauh. Asap kawah berwarna putih berintensitas sedang hingga tinggi juga teramati membumbung hingga 200 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga :  Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit

BPPTKG telah memetakan radius kawasan rawan bencana yang wajib diwaspadai oleh masyarakat:

Sektor Barat Daya: Alur Sungai Boyong berpotensi bahaya hingga jarak 5 km. Sementara alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng rawan ancaman awan panas guguran hingga radius 7 km.

Sektor Tenggara: Alur Sungai Woro rawan hingga jarak 3 km dan Sungai Gendol hingga radius 5 km.

Baca Juga :  Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan

Erupsi Eksplosif: Potensi lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak kawah.

Masyarakat yang beraktivitas atau bermukim di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk selalu mewaspadai potensi bahaya vulkanik. Warga yang berada di dalam area bahaya disarankan untuk bersiap mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi guna mengambil langkah antisipasi yang tepat dalam kondisi darurat.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Warga Bojong Amankan Sekelompok Remaja dan Enam Celurit
Sebut Ada Modus ‘Layangan Putus’, Kuasa Hukum VK Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Gadai Mobil di Pekalongan
Sebelum Akad Nikah, Catin di Jatibanteng Situbondo Kini Jalani Inovasi ‘SELAMETAN
Diduga Gunakan Pelat Palsu, Fortuner N 1390 WP Kabur Saat Hendak Dikonfirmasi Awak Media
Garansi 10 Tahun Membran Payung Kota Pasuruan Berujung Polemik: Siapa yang Menipu, Siapa yang Tertipu? 
Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo
Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Kaligung di Karanggeneng 
GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 00:52 WIB

Warga Bojong Amankan Sekelompok Remaja dan Enam Celurit

Selasa, 15 September 2026 - 00:25 WIB

Gunung Merapi Muntahkan 17 Kali Lava Pijar hingga Sejauh 2 Km, Status Masih Siaga

Senin, 14 September 2026 - 18:14 WIB

Sebut Ada Modus ‘Layangan Putus’, Kuasa Hukum VK Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Gadai Mobil di Pekalongan

Senin, 14 September 2026 - 17:42 WIB

Sebelum Akad Nikah, Catin di Jatibanteng Situbondo Kini Jalani Inovasi ‘SELAMETAN

Senin, 14 September 2026 - 07:54 WIB

Garansi 10 Tahun Membran Payung Kota Pasuruan Berujung Polemik: Siapa yang Menipu, Siapa yang Tertipu? 

Minggu, 13 September 2026 - 13:06 WIB

Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo

Minggu, 13 September 2026 - 07:12 WIB

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Kaligung di Karanggeneng 

Sabtu, 12 September 2026 - 23:09 WIB

GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Peristiwa

Warga Bojong Amankan Sekelompok Remaja dan Enam Celurit

Selasa, 15 Sep 2026 - 00:52 WIB