Realitapublik.id – Bursa calon Panglima TNI semakin menarik perhatian publik. Selain tiga jenderal jebolan Akademi Militer (Akmil) 1992 yang sebelumnya ramai diperbincangkan, nama Letjen TNI Kunto Arief Wibowo kini turut mencuat sebagai sosok alternatif yang diperhitungkan.
Letjen Kunto Arief Wibowo merupakan putra dari mantan Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. Saat ini, Beliau mengemban amanah sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).
Sebelumnya, tiga nama perwira tinggi yang kerap dikaitkan dalam bursa calon Panglima TNI meliputi:
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Letjen TNI Richard Tampubolon.
Letjen TNI Iwan Setiawan.
Ketiga jenderal tersebut merupakan lulusan Akmil 1992, yang tidak lain adalah satu angkatan dengan Letjen Kunto.
Sebagai lulusan Akmil 1992 dari kecabangan Infanteri, Letjen Kunto memiliki rekam jejak pengalaman yang luas di sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI. Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain:
Pangdam III/Siliwangi (2022–2023).
Pangdivif 3/Kostrad (2021–2022).
Kasdam III/Siliwangi (2020–2021).
Danrem 032/Wirabraja (2018–2020).
Meski pengalaman komando tersebut menjadi bagian penting dalam menilai kapasitas dan kapabilitasnya, rekam jejak jabatan serta latar belakang keluarga tidak otomatis menjadikannya sebagai kandidat resmi Panglima TNI.
Munculnya nama Letjen Kunto membuka ruang persaingan yang semakin luas di tubuh militer. Penentuan posisi puncak Panglima TNI tentu tidak hanya melihat aspek senioritas angkatan, melainkan juga mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan, kebutuhan organisasi TNI, serta keputusan politik dan strategis dari Presiden.
Berdasarkan mekanisme konstitusional yang berlaku, pengangkatan dan pemberhentian Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden dengan memperhatikan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Hingga adanya pengumuman resmi dari pemerintah, nama Letjen Kunto Arief Wibowo masih sebatas figur yang diperbincangkan, bukan kandidat yang telah dipastikan terpilih.
Pertanyaan besar kini tertuju kepada langkah Presiden Prabowo, apakah akan mempertimbangkan nama-nama yang selama ini sudah santer mencuat, atau justru menghadirkan kejutan melalui figur alternatif lain? Semua itu tentu sangat bergantung pada dinamika dan perkembangan resmi proses pergantian pucuk pimpinan TNI ke depan.
(Herman Rajawali)






