PASURUAN, realitapublik.id — Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama polres dan puluhan personel melaksanakan salat Istisqa dan salat Zuhur berjamaah di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WIB tersebut diikuti oleh pimpinan pesantren, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., serta ribuan santri Ponpes Dalwa.
Pelaksanaan salat Istisqa dimulai pada pukul 12.19 WIB dengan bertindak sebagai imam yaitu Habib Zein bin Hasan Ahmad Baharun selaku pimpinan Ponpes Dalwa. Agenda kemudian dilanjutkan dengan mau’idhoh hasanah yang disampaikan oleh Habib Ali bin Hasan Baharun, pimpinan Ponpes Dalwa 2.

Dalam tausiyahnya, Habib Ali mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak doa, serta melakukan introspeksi diri dalam menghadapi berbagai musibah yang terjadi di Indonesia, termasuk bencana banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang terdampak bencana. Melalui doa bersama, jamaah memohon agar Allah SWT segera mengangkat berbagai musibah serta menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan spiritual ini merupakan wujud ikhtiar bersama dalam menghadapi tantangan di lapangan. Saat ini, jajaran Polres Pasuruan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, serta para sukarelawan tengah berjibaku memadamkan titik api di lereng Gunung Arjuno.
Seusai rangkaian kegiatan, Habib Segaf bin Hasan Ahmad Baharun menyampaikan bahwa sebagai umat beragama, sudah sewajarnya manusia berserah diri kepada Allah SWT setelah seluruh upaya maksimal dalam mengatasi bencana telah ditempuh.
Kehadiran Kapolres Pasuruan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara Polri, tokoh agama, serta lingkungan pesantren. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan tertib, aman, dan kondusif. (*/Indri)






