Gelar Gerakan Pangan Murah, Yudi Camat Tamansari: Ringankan Beban Masyarakat 

- Jurnalis

Selasa, 25 Maret 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Tamansari, Yudi Hartono bersama warga, saat berlangsungnya pasar murah di kantor Kecamatan Tamansari, Bogor, Selasa (25/03/2025). (Foto: Lucy/realitapublik.id)

i

Camat Tamansari, Yudi Hartono bersama warga, saat berlangsungnya pasar murah di kantor Kecamatan Tamansari, Bogor, Selasa (25/03/2025). (Foto: Lucy/realitapublik.id)

Bogor, realitapublik.id – Pada hari ini kita sedang menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) berupa pasar murah yang digagas oleh bapak Bupati Bogor Rudi Susmanto, dan launching  gerakan pasar murah tahun 2025 dibuka langsung oleh beliau (Bupati Bogor) yang dipusatkan di Kecamatan Leuwiliang.

 

Hal ini disampaikan Camat Tamansari, Yudi Hartono, S.E., S.I.P., saat berlangsungnya pasar murah di areal kantor Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Selasa (25/03/2025)

 

Yudi mengatakan, pasar murah di Kecamatan Tamansari ini pertama kali dilaksanakan di tahun 2025. “Tujuan pasar murah ini untuk meringankan beban masyarakat di tengah-tengah ekonomi yang sulit menjelang Ramadan berakhir sebelum lebaran,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Yudi mengatakan, adanya pasar murah ini disambut antusiasme oleh masyarakat.

Baca Juga :  Polsek Lambu Kibang Terima Penyerahan Satu Senpi Ilegal dari Masyarakat

 

“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat besar,” ujarnya.

 

Dia berharap, semoga program ini senantiasa berkelanjutan karena sangat membantu sekali masyarakat.

“Pasar murah ini untuk kedepannya semoga akan rutin dilaksanakan setiap sebulan sekali dan insyaallah dapat berjalan sehingga masyarakat bisa mengunjungi pasar murah yang ada di kecamatan sini dan kecamatan lain,” tuturnya.

 

Menyangkut harga komoditas di pasar murah, lanjut dia, sudah disubsidi oleh Pemkab Bogor dan di pasar murah ini menyediakan stok 300 paket untuk kebutuhan pokok masyarakat, antara lain beras 5 kg Rp 53.000, 1 kg gula pasir Rp 15.500, 1 liter minyak goreng Rp 16.500, dan 1 kg telur Rp 24.000.

 

Selain sejumlah komoditas tersebut, juga ada bawang merah, bawang putih dan lain-lainnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Pintu Belakang Tak Dikunci, Maling Motor dan Uang Rp3,2 Juta di PALI Diringkus Polisi

 

“Harapan kita, mudah-mudahan kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan dan juga membantu meringankan beban masyarakat,” ucap Yudi.

 

Sementara itu, menurut salah satu warga kecamatan Tamansari, juju asal Warung Awi, adanya gerakan pangan murah berupa pasar murah ini, ia dan warga lainnya merasa terbantu.

 

“Saya sengaja datang ke pasar murah di kantor kecamatan ini untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok, adanya pasar murah ini sangat membantu kami,” ujarnya.

 

Juju mengatakan ada sejumlah kebutuhan yang telah dibelinya di pasar murah.

 

“Saya membeli empat macam sembako seperti beras, telur, minyak dan gula, sesuai kebutuhan aja. Saya mah sepaket membelinya,” ungkap Juju.

Baca Juga :  Gandeng Kejari, Pemkab Malang Berhasil Selamatkan Aset Daerah Fantastis Senilai Rp2,065 Triliun.

 

Dia berharap, pemerintah dapat terus menyelenggarakan kegiatan tersebut.

 

“Mudah-mudahan kegiatan ini lebih sering diadakan karena kami sebagai  warga sangat terbantu saat menghadapi sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga,” pungkasnya.

 

 

Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantor Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jabar. (Foto: Lucy/realitapublik.id)

Untuk diketahui, Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

 

Melalui kerjasama antara pemerintah, produsen pangan dalam hal ini GPM berupaya menekan harga pangan dasar seperti beras, gula, minyak, bawang merah, bawang putih dan lain-lainnya.

Dengan menyelenggarakan program-program subsidi dan distribusi pangan murah, Gerakan Pangan Murah (GPM ) berperan dalam memitigasi dampak kenaikan harga pangan terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. (*)

Penulis : Lucy

Editor : Abdul Hakim

Sumber Berita : realitapublik.id

Berita Terkait

Adian Napitupulu Tegaskan Tolak Kekerasan Terkait Konflik Agraria di Desa Sukajaya
FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian
Pakasa Malang Raya Hadiri Mangayubagya Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV, Teguhkan Komitmen Nguri-uri Kabudayan Jawa
Dinkes Tulang Bawang Barat Gelar Skrining TBC Terintegrasi di Tiyuh Marga Asri
Manfaatkan Pintu Belakang Tak Dikunci, Maling Motor dan Uang Rp3,2 Juta di PALI Diringkus Polisi
BPKAD PALI Batasi Pencairan Dana Proyek Rp1 Miliar per Bulan, Kontraktor Mengeluh dan Ancam Lapor DPRD
Skandal Jual Beli Kios Pasar Among Tani, Mantan Kepala UPT Jadi Tersangka, Isyaratkan Ada Pelaku Lain
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Adian Napitupulu Tegaskan Tolak Kekerasan Terkait Konflik Agraria di Desa Sukajaya

Minggu, 6 September 2026 - 16:59 WIB

FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026

Minggu, 6 September 2026 - 14:07 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

Minggu, 6 September 2026 - 02:52 WIB

Pakasa Malang Raya Hadiri Mangayubagya Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV, Teguhkan Komitmen Nguri-uri Kabudayan Jawa

Sabtu, 5 September 2026 - 09:12 WIB

Dinkes Tulang Bawang Barat Gelar Skrining TBC Terintegrasi di Tiyuh Marga Asri

Sabtu, 5 September 2026 - 08:56 WIB

Manfaatkan Pintu Belakang Tak Dikunci, Maling Motor dan Uang Rp3,2 Juta di PALI Diringkus Polisi

Sabtu, 5 September 2026 - 08:42 WIB

BPKAD PALI Batasi Pencairan Dana Proyek Rp1 Miliar per Bulan, Kontraktor Mengeluh dan Ancam Lapor DPRD

Jumat, 4 September 2026 - 10:57 WIB

Skandal Jual Beli Kios Pasar Among Tani, Mantan Kepala UPT Jadi Tersangka, Isyaratkan Ada Pelaku Lain

Berita Terbaru