Dua Aktivis Sering Berseteru Kini Sepakat Bentuk FORTRANS, Siap Kawal Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintahan Pasuruan

- Jurnalis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN | realitapublik.id – Dua tokoh aktivis Kabupaten Pasuruan, Lujeng Sudarta dan Ismail Makky, yang sebelumnya dikenal sering berbeda pandangan, kini justru sepakat untuk bersatu dalam misi bersama: mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Kesepakatan itu diwujudkan dalam pembentukan Forum Transparansi (FORTRANS). Jumat,(13/06/25)

 

Lujeng Sudarta menyatakan bahwa perbedaan antara dirinya dan Ismail Makky selama ini lebih banyak terjadi dalam ranah wacana dan metode perjuangan, namun kini keduanya memiliki kesamaan visi untuk memperjuangkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Baca Juga :  Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

 

“Selama ini publik melihat saya dan Mas Makky terlalu banyak perbedaannya, namun pada satu titik tertentu kita bisa bersepaham,” ujar Lujeng.

 

Ia menambahkan, dinamika dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pasuruan saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama terkait bergesernya tugas pokok dan fungsi lembaga pemerintahan menjadi praktik kewenangan yang tidak sesuai koridor.

 

“Sudah saatnya kami melakukan kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Banyak fungsi kelembagaan yang bergeser dan disalahgunakan,” tegasnya.

Gabungan aktifis, advokad dan Wartawan Kota/Kabupaten Pasuruan berkumpul di Tamandayu, Pandaan (foto: Saichu)

Sementara itu, Ismail Makky menyoroti buruknya transparansi pengelolaan anggaran dan kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah daerah. Ia menilai hingga saat ini belum ada penjelasan terbuka kepada publik tentang alokasi anggaran hasil efisiensi tersebut.

Baca Juga :  Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

 

“Misalnya setelah efisiensi, dana itu dialokasikan untuk apa? Pembangunan infrastruktur, pendidikan, atau peningkatan kesejahteraan masyarakat? Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujar Makky.

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam hal akuntabilitas.

 

“Kalau kepada legislatif saja pemerintah tidak bisa menjelaskan, bagaimana kepada masyarakat?” tambahnya.

 

FORTRANS, kata mereka, akan menjadi wadah yang mendorong kritik konstruktif dan terukur terhadap penyelenggara pemerintahan. Keduanya juga mengajak aktivis lain untuk lebih berani dan terbuka dalam menyuarakan kebenaran demi kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga :  Juru Parkir Geruduk Mie Gacoan: Tolak Vendor Eksternal, Pertahankan Mata Pencaharian!

 

“Ini kesempatan bagi semua aktivis untuk lebih berani dan terbuka dalam melakukan kontrol terhadap penyelenggara pemerintahan,” tutup Makky.

 

Dengan bersatunya dua sosok yang sebelumnya berada di kutub berbeda, FORTRANS diharapkan mampu menjadi kekuatan baru dalam mengawasi dan memperjuangkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan di Kabupaten Pasuruan.

Penulis : Indri

Editor : Saichu

Berita Terkait

Wujudkan Harmoni di Kota Toleran, Pemkot Semarang Siap Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Lintas Etnis 2026
Respon Cepat Laporan 110, Polres Lampung Utara Cek Lokasi Gangguan Musik Orgen di Kotabumi Selatan
Wujudkan Pangan Halal dan Higienis, DPD Juleha Tubaba Gelar Pelatihan Juru Sembelih Berbasis Kompetensi
Patroli Hunting Berbuah Hasil, Polisi Ringkus Kurir Sabu di Tempirai
Aksi Pencurian Sawit di Kebun Perusahaan Digagalkan, Polisi Amankan Barang Bukti
Proyek Air Bersih Tahun 2025 di Desa Purbasakti Jadi “Monumen Mati” 
Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta
Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:11 WIB

Wujudkan Harmoni di Kota Toleran, Pemkot Semarang Siap Gelar Pawai Ogoh-Ogoh Lintas Etnis 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 14:42 WIB

Respon Cepat Laporan 110, Polres Lampung Utara Cek Lokasi Gangguan Musik Orgen di Kotabumi Selatan

Sabtu, 25 April 2026 - 14:35 WIB

Wujudkan Pangan Halal dan Higienis, DPD Juleha Tubaba Gelar Pelatihan Juru Sembelih Berbasis Kompetensi

Sabtu, 25 April 2026 - 10:29 WIB

Patroli Hunting Berbuah Hasil, Polisi Ringkus Kurir Sabu di Tempirai

Jumat, 24 April 2026 - 21:57 WIB

Proyek Air Bersih Tahun 2025 di Desa Purbasakti Jadi “Monumen Mati” 

Jumat, 24 April 2026 - 17:48 WIB

Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 12:32 WIB

Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa

Jumat, 24 April 2026 - 09:55 WIB

Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara

Berita Terbaru