Nderek Kyai, Santri Situbondo Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran di Pilpres 2024

- Jurnalis

Sabtu, 27 Januari 2024 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nderek Kyai, Santri di Situbondo Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran di Pilpres 2024 

Nderek Kyai, Santri di Situbondo Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran di Pilpres 2024 

Situbondo|RealitaPublik – Ratusan santri yang terdiri dari guru mengaji, madrasah hingga perwakilan Pondok Pesantren di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan dukungan resmi kepada pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo -Gibran di perhelatan Pilpres 2024.

“Kami santri yang terdiri dari guru ngaji, guru madrasah, dan perwakilan santri pondok pesantren dengan ini menyatakan derek kyai, ikut memilih pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran menang satu putaran,” ujar para santri dalam deklarasinya, di Restoku Cha-Cha Ceria, Jl. Raya Pasir Putih Situbondo, Sabtu (27/1/2024).

Baca Juga :  Eskalasi Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Tembus 100 USD, Akankah Harga BBM Naik per 1 April?

Para santri yang kompak memakai baju putih tersebut juga mengaku sepakat untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran di Pilpres 2024.

Baca Juga :  Resmi! Pemerintah Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Guna Efisiensi Energi Nasional
Deklarasi Santri di Situbondo Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran di Pilpres 2024

Para santri juga meyakini pasangan Prabowo-Gibran bakal mendapatkan kemenangan mutlak khususnya di Kabupaten Situbondo.

“Prabowo-Gibran nderek kiai, Prabowo-Gibran menang menang menang. Hidup Prabowo-Gibran,” ujar mereka.

Usai acara, Korkab Relawan Nderek Kyai Situbondo, Heru Setiawan mengatakan, fokusnya kita menggalang konstituen melalui Korcam dan Kordes yang ada di Situbondo. “Kami optimis Prabowo-Gibran menang satu putaran di Pilpres 2024,” tegas pria yang akrab dengan panggilan mas Wawan ini.

Baca Juga :  LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

Wawan menyebut ada ratusan orang yang hadir dalam acara ini . “Ada 935 orang yang hadir sesuai undangan,” pungkasnya. (kim)

Penulis : Abdul Hakim

Berita Terkait

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan
21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis
Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat
Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya
Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara
KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 
EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 15:23 WIB

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

Jumat, 10 April 2026 - 08:25 WIB

21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis

Kamis, 9 April 2026 - 12:15 WIB

Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

Rabu, 8 April 2026 - 15:09 WIB

Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya

Rabu, 8 April 2026 - 14:54 WIB

Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WIB

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara

Rabu, 8 April 2026 - 08:55 WIB

KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 

Selasa, 7 April 2026 - 16:22 WIB

EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?

Berita Terbaru