Satu dari Tiga Pemuda Bondowoso Tewas Terseret Ombak Saat Mancing di Perairan Wilayah Besuki

- Jurnalis

Senin, 28 Oktober 2024 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas saat berada di lokasi dekat pantai Dusun Mandaran di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

Sejumlah petugas saat berada di lokasi dekat pantai Dusun Mandaran di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

REALITAPUBLIK.ID — Nahas, seorang pemuda asal Kabupaten Bondowoso terseret ombak saat memancing bersama dua rekannya di wilayah perairan Situbondo, tepatnya di perairan Dusun Mandaran, Desa Pesisir Kecamatan Besuki pada hari Minggu 27 Oktober 2024 sekira pukul 16.30 WIB. Korban ditemukan sudah meninggal dunia oleh warga setempat pada Senin 28 Oktober 2024 sekira pukul 02.30 WIB.

 

 

Terhimpun informasi, bahwa korban bernama Muhammad Taufik Hidayat (18), masih duduk di bangku kelas XII SMK. Dia pergi memancing bersama dua orang temannya atas nama Dani Firmanzah (21) dan Mohammad Rofiqi (19), pada . Ketiganya merupakan warga Dusun Pal 16 RT 007 RW 006, Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso.

 

 

Korban Taufik tiba di lokasi mancing bersama dua orang temannya pada Minggu 27 Oktober 2024, sekira pukul 08.00 WIB.

 

 

Kemudian ketiga orang itu mulai melakukan kegiatan mancing pada pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, SDN Pasireurih 04 Gelar Halalbihalal Pasca-Lebaran

 

Awalnya, mereka bertiga memancing di pinggiran pantai tersebut. Karena kondisi air laut surut, tiga orang tersebut berjalan kaki ke tengah laut secara bertahap mulai dari sekitar jarak ± 50 – 100 meter dari bibir pantai dengan posisi ketiganya saling berjauhan.

 

 

Setelah enam jam memancing, ketiga orang tersebut pada pukul 15.00 WIB ke pinggir pantai untuk makan dan istirahat.

 

 

Lalu pada pukul 16.00 WIB, mereka bertiga kembali memancing ke lokasi yang jaraknya diperkirakan mencapai puluhan meter dari bibir pantai.

 

 

Namun ketika sedang asyik memancing, tiba-tiba sekira pukul 16.30 WIB terjadi air laut pasang.

 

 

Akibatnya, ketiga orang itu tersapu ombak besar. Namun nahas, korban Taufik terseret ombak dan hilang. Sedangkan korban Dani dan Rofiqi berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga :  Peringati Resettlemen Ke-45, Warga Kecamatan Muara Sungkai Gelar Pengajian Bersama Bupati

 

 

Selanjutnya korban Rofiqi dan Dani bergegas ke pinggir pantai dan minta tolong ke warga sekitar.

 

 

Setelah mendengar adanya kejadian tersebut, warga langsung memberitahu pihak pemerintah desa setempat dan pihak keluarga korban.

 

 

Kemudian informasi itu oleh pihak pemerintah desa dilanjutkan kepada Kepolisian, TNI, BPBD Kabupaten Situbondo, BPBD Kabupaten Bondowoso, dan instansi terkait lainnya.

 

 

“Ya, setelah dapat informasi itu, kami dari pihak pemerintah desa sini, kepolisian, BPBD Kabupaten Situbondo, BPBD Kabupaten Bondowoso, dan instansi terkait lainnya langsung ke tempat dimana para korban selamat berada,” kata Ahmadi Kepala Desa Pesisir, Senin 28 Oktober 2024.

 

 

“Tadi sejumlah warga sudah menunju ke lokasi kejadian dengan menaiki perahu untuk berusaha menolong korban,” imbuhnya.

 

Menurut keterangan warga yang ke lokasi kejadian, setibanya di lokasi tenggelam hanya menemukan topi warna Hitam yang dipakai oleh korban, lalu mereka langsung melakukan pencarian terhadap korban.

Baca Juga :  Bank Syariah Kotabumi Jadi BUMD Terbaik di Lampung, Bupati Lampung Utara Raih Penghargaan TOP Pembina

 

 

“Hasil pencarian saat itu nihil. Kemudian warga yang melakukan pencarian kembali ke daratan dan menginformasikan kepada kami,” ungkap Ahmadi.

 

 

Sementara itu, Puriyono Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo menyampaikan bahwa pada hari Senin (28/10) pagi, yakni saat air laut surut, pencarian terhadap korban tenggelam kembali dilakukan secara bersama-sama.

 

 

Dalam pencarian pada Senin pagi tadi, korban ditemukan oleh warga nelayan setempat dalam kondisi sudah meninggal dunia di radius ± 500 meter dari titik lokasi tenggelam.

 

 

“Diduga korban tidak bisa berenang saat air laut pasang lalu tenggelam. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa pulang oleh keluarganya ke Bondowoso.” kata Puriyono Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo menyampaikan dalam laporan yang telah dihimpun BPBD Kabupaten Situbondo.(*)

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Wujud Dedikasi Akademik: Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis Uji Dua Calon Doktor Ilmu Lingkungan di Unila
Polemik Penyaluran MBG di Desa Surakarta: Warga Keluhkan Larangan Pengambilan yang Diwakilkan
Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel
Hilang 12 Hari di TN Baluran, Penggembala Sapi Ditemukan Meninggal Dunia
Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal
Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan
Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:01 WIB

Wujud Dedikasi Akademik: Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis Uji Dua Calon Doktor Ilmu Lingkungan di Unila

Jumat, 17 April 2026 - 12:10 WIB

Polemik Penyaluran MBG di Desa Surakarta: Warga Keluhkan Larangan Pengambilan yang Diwakilkan

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel

Jumat, 17 April 2026 - 08:57 WIB

Hilang 12 Hari di TN Baluran, Penggembala Sapi Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 18:55 WIB

Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan

Kamis, 16 April 2026 - 16:12 WIB

Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik

Kamis, 16 April 2026 - 14:53 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Kamis, 16 April 2026 - 09:02 WIB

Gempur Rokok Ilegal: Wali Kota Semarang Musnahkan 7,3 Juta Batang Rokok, Selamatkan Negara Rp 7,6 Miliar

Berita Terbaru