Pasuruan, RealitaPublik – Koordinator Forum Penyelamat Demokrasi Masyarakat Kota Pasuruan (FPDM) merasa tak diindahkan, pasalnya permohonan audiensi tentang netralitas ASN kepada Pemerintah Kota Pasuruan tidak dihadiri langsung oleh Pjs. Walikota Pasuruan dan terkesan di abaikan, pada Rabu (13/11/24).
Beranggota 50 anggota Kotak Kosong yang terdiri dari beberapa unsur elemen, Tokoh Masyarakat (TOMAS), Tokoh Agama (TOGA), Tokoh Pemuda. Forum Penyelamat Demokrasi Masyarakat Kota Pasuruan meminta kepada pihak Pjs. Walikota Pasuruan untuk menjamin netralitas ASN di lingkungan Pemkot Pasuruan serta menjaga kondusifitas Kota Pasuruan pasca Pilkada 2024.
Namun audiensi tidak dapat terlaksana dengan baik, lantaran Pjs. Walikota Pasuruan tidak hadir. Ayik Suhaya selaku koordinator penggerak kotak kosong di Pilkada Kota Pasuruan 2024 kecewa terhadap sikap pemerintah kota pasuruan, bahwa ia sudah berkirim surat audiensi ke pihak Pemerintah Kota Pasuruan pada 8 November 2024 lalu untuk membahas seputar netralitas ASN selama Pilkada berlangsung.
“Seharusnya Pjs Walikota kalau tidak bisa, paling tidak menugaskan kepada Sekda. Kalau Sekda tidak bisa, itu bisa menugaskan kepada Asisten I, la ini tidak ada konfirmasi. Dari sini timbul pertanyaan, ada apa dan kenapa,” ucapnya.
“Kita disini mengingatkan baik-baik, agar ASN ini netral dan tidak condong dengan salah satu pasangan calon. Disini kami mendukung program-program Pemerintah, tapi hari ini kita kecewa karena hanya ditemui sekelas Kabid,” tuturnya.
Penulis : Sony
Editor : Red







