Kodim 0819 Berhasil Ungkap Jaringan Terduga Pemegang Tender MBG di Pasuruan

- Jurnalis

Kamis, 30 Januari 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

PASURUAN realitapublik.id – Kodim 0819 berhasil mengungkap terduga pelaku Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara resmi sudah berjalan dalam tahap pembangunan dapur umum di satu titik wilayah Pasuruan.

MBG yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo diperuntukkan kepada siswa, ibu hamil dan Lansia. Dimana, kegiatan tersebut dikomandoi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi perburuan banyak kalangan.

Salah satunya dengan memakai modus mengaku sebagai utusan pemenang tender MBG dengan mengatas namakan dari suatu perusahaan yang bernama Halal Bergizi (Halberk) yang bisa memberi rekomendasi untuk bisa mendapat tender tanpa syarat resmi. Seperti harus mengantongi ijin rumah makan, gizi, catering dengan biaya biaya tentunya dan tempat yang harus disediakan sendiri.

Dari hasil penelusuran, para korban penunjukkan pemenang tender tersebut harus membayar uang sebesar 1,4 juta plus 600 ribu untuk syarat awal dan NIB serta akan di kenakan sukses fee puluhan bahkan bisa jadi ratusan juta di berikutnya.

Baca Juga :  Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

Tak hanya disitu, korban harus menyiapkan anggaran-anggaran pertemuan, fasilitas transport, hotel dan segala macam untuk survey, bimtek dan segalanya. Diperkirakan harus terlaksana setelah lebaran atau bulan 5 serentak di seluruh kecamatan di Kota dan Kabupaten pasuruan.

 

Berdasar pengaduan Aktivis yang juga menjabat Ketua DPD jatim Jawapes, atau Cak Kaji, mengatakan kalau pemberian proyek tersebut mengarah pada penipuan yang mengatas namakan pemenang tender proyek Presiden Prabowo.

“Kami dan tim merasa curiga atas cerita beberapa korban, dimana tanpa pengalaman catering dan tidak punya ijin catering atau rumah makan kok bisa di kasih proyek untuk kerjakan di 25 Kecamatan Kota dan Kabupaten, padahal seleksi sangat ketat dan pendaftaran juga lewat web bisa dilakukan resmi dengan legalitas lengkap juga seleksi ketat dari Badan Gislzi Nasional dan yang pasti membutuhkan anggaran milyaran rupiah untuk 25 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan” Ungkap Kaji.

Baca Juga :  Skandal Jual Beli Kios Pasar Among Tani, Mantan Kepala UPT Jadi Tersangka, Isyaratkan Ada Pelaku Lain

Atas dasar kecurian tersebut, cak Kaji melaporkan kepada Pasi Intel Kodim Pasuruan dikarenakan para korban menyebut nyebut nama Kodim.

Dikonfirmasi Dpp Pasi Intel Kodim 0819/Pasuruan Kapten Czi Dimas Yulianto yang langsung terjun ke Lokasi bersama 6 orang pers unit intel Kodim 0819/Pasuruan dan 2 orang Provost Kodim 0819/ Pasuruan,ke lokasi RM Waroeng Kampoeng Gedhang Kecamatan Kraton, Pasuruan mengatakan.

“Kegiatan ini tidak resmi dan saya sudah konfirmasi ke tim BGN Pasuruan bahwa tidak ada kegiatan sosialisasi Bimtek Catering dalam meningkatkan mutu Catering dan dapur Hygeine untuk ikut serta Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pasuruan dan Malang serta Pihak BGN Pasuruan tidak ada sangkut paut dengan kegiatan tersebut.” Ungkap Pasi Intel.

Baca Juga :  Revitalisasi Gedung SDN 2 Gunung Malang Suboh Intensif Dikerjakan, Target Rampung November

Kapten Czi Dimas Yulianto (Pasi Intel Kodim 0819/Pasuruan) memberikan himbauan kepada tamu undangan yang datang di Bimtek tersebut.

” Apabila pihak catering ingin menjadi mitra BGN bisa mendaftarkan secara Online di situs resmi mitra.bgn.go.id dan tanpa di pungut biaya apapun, kami juga berpesan agar selalu waspada terhadap kegiatan apapun yang mengatasnamakan BGN agar selalu konfirmasi ke Kodim 0819/Pasuruan, selanjutnya permasalahan dilimpahkan ke Polres Pasuruan Kota untuk ditindaklanjut pemeriksaan secara intensif agar perkara tersebut terbuka dan tidak memakan korban dari rakyat Pasuruan,” tutup panggilan akrab ndan Dimas.

Penulis : Tim

Editor : Red

Berita Terkait

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di SKNC 2026
Gunung Merapi Muntahkan 17 Kali Lava Pijar hingga Sejauh 2 Km, Status Masih Siaga
Sebut Ada Modus ‘Layangan Putus’, Kuasa Hukum VK Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Gadai Mobil di Pekalongan
Sebelum Akad Nikah, Catin di Jatibanteng Situbondo Kini Jalani Inovasi ‘SELAMETAN
Polres Tulang Bawang Barat Ungkap Kasus Pencurian Gas LPG di Pagar Dewa
Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo
GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!
Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi
Berita ini 507 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:52 WIB

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di SKNC 2026

Selasa, 15 September 2026 - 00:25 WIB

Gunung Merapi Muntahkan 17 Kali Lava Pijar hingga Sejauh 2 Km, Status Masih Siaga

Senin, 14 September 2026 - 18:14 WIB

Sebut Ada Modus ‘Layangan Putus’, Kuasa Hukum VK Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Gadai Mobil di Pekalongan

Senin, 14 September 2026 - 17:42 WIB

Sebelum Akad Nikah, Catin di Jatibanteng Situbondo Kini Jalani Inovasi ‘SELAMETAN

Minggu, 13 September 2026 - 17:47 WIB

Polres Tulang Bawang Barat Ungkap Kasus Pencurian Gas LPG di Pagar Dewa

Minggu, 13 September 2026 - 13:06 WIB

Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo

Sabtu, 12 September 2026 - 23:09 WIB

GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Peristiwa

Warga Bojong Amankan Sekelompok Remaja dan Enam Celurit

Selasa, 15 Sep 2026 - 00:52 WIB