Sidang Putusan Bantal Harvest, Terdakwa Bersalah Secara Administrasi Dengan Membayar Denda

- Jurnalis

Kamis, 30 Januari 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

KOTA PASURUAN realitapublik.id – Sidang putusan hasil akhir dari kasus merek bantal Harvest digelar hingga 20 kali persidangan di kantor Kejaksaan Jl. Panglima Sudirman No.53, Kecamatan Purworejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Kamis (30/1/25) sore.

Dalam persidangan putusan yang dibacakan langsung oleh Byrna Mirasari selaku Hakim Ketua, yang di dengarkan terdakwa Deby Afandi, Pengacara Hukum dari Sahlan Lawyer, jaksa Diaz Tasya Ulima, serta puluhan Partners Zulfi Syatria.

Baca Juga :  Kaya Sejarah Lisan, Desa Curahsuri Jatibanteng Rawat Kisah Para Tokoh Pembabat Alas

Dimana sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumya telah menuntut terdakwa Deby Afandy dengan penjara 1 tahun dengan denda 50 juta rupiah.

Saat Majelis Hakim dalam persidangan pembacaan putusan pada terdakwa

Namun, Hakim memutuskan terdakwa Deby Afandi hanya bersalah secara administrasi dengan keharusan membayar denda 50 juta subsider 2 bulan penjara. Dalam artian, jika tidak bisa membayar denda tersebut, maka Deby Afandi harus menjalani pidana selama 2 bulan penjara.

Baca Juga :  Kukuhkan Calon Anggota BPD Baru, Pemdes Pasir Eurih Jamin 30 Persen Keterwakilan Perempuan

Zulfi Satria selaku Kuasa hukum terdakwa menyatakan. “Alhamdulillah, putusan Majelis Hakim mengambil jalan tengah. Kita wajib bersyukur karena terdakwa Deby Afandy tidak harus menjalani hukuman tetapi hanya membayar denda kesalahan dari administratif,” ujarnya saat usai sidang.

Baca Juga :  Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu

Hakim juga memberi kesempatan hukum pada terdakwa untuk melakukan kasasi apabila kurang puas dengan kurun waktu selama 7 hari pada terdakwa untuk berpikir menerima atau tidak putusan tersebut.

“Kita juga akan memanfaatkan dengan diberikan waktu selama 7 hari hak untuk menolak ataupun menerima keputusan ini Majelis Hakim,” imbuh Zulfi Satria.

Penulis : Ichu

Editor : Saichu

Berita Terkait

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai
Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri
Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Berita Terbaru