KOTA PASURUAN realitapublik.id — Kebijakan tarif parkir di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedarsono, Kota Pasuruan, kembali dikeluhkan oleh keluarga pasien rawat inap. Biaya parkir yang dinilai tinggi dirasa semakin memberatkan beban ekonomi keluarga yang harus mendampingi pasien selama berhari-hari, Selasa (27/10/2026).
Seorang keluarga pasien berinisial RN mengungkapkan bahwa proses perawatan medis yang memakan waktu lama mengharuskan anggota keluarga bergantian menjaga pasien. Hal ini berdampak langsung pada pembengkakan pengeluaran harian, salah satunya akibat akumulasi biaya parkir.
Berdasarkan keterangan RN, keluarga pasien dikenakan tarif parkir inap sebesar Rp10.000 per malam untuk sepeda motor dan Rp30.000 per malam untuk mobil.
“Kami harus menjaga pasien selama berhari-hari. Biaya parkir ini cukup membebani di tengah pengeluaran perawatan anggota keluarga yang sedang sakit,” ujar RN saat ditemui di lokasi, Selasa (27/10/2026).
Keluhan senada juga disampaikan oleh sejumlah keluarga pasien lainnya. Mereka berharap manajemen rumah sakit dapat memberikan kebijakan khusus, seperti penerapan tarif datar (flat) harian yang lebih terjangkau atau penyediaan kartu langganan (member) khusus bagi penunggu pasien rawat inap.
Selain tarif inap, keluarga pasien turut menyoroti kebijakan denda karcis hilang yang dinilai memberatkan dan kurang fleksibel. Menurut pengakuan keluarga pasien, petugas parkir mengenakan denda sebesar Rp20.000 untuk sepeda motor dan Rp50.000 untuk mobil jika karcis hilang.
“Seharusnya dengan menunjukkan kelengkapan identitas seperti STNK, BPKB, dan KTP, itu sudah cukup sebagai verifikasi,” keluh salah seorang keluarga pasien.
Menanggapi keluhan tersebut, petugas parkir di lokasi menyatakan bahwa penetapan tarif yang berlaku saat ini murni mengikuti ketentuan dari pihak pengelola. Mereka mengaku tidak memiliki wewenang untuk mengubah aturan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD dr. R. Soedarsono maupun dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan atas keluhan masyarakat ini.
Warga dan keluarga pasien berharap manajemen rumah sakit bersama Pemerintah Kota Pasuruan segera mengevaluasi dan meninjau ulang kebijakan tarif parkir. Mereka mendesak agar ada keadilan tarif yang membedakan antara pengunjung umum dengan keluarga pasien yang harus mendampingi proses perawatan dalam jangka waktu lama. (*$)
Editor : Red






